nasional

Jelang Lebaran Gubernur Ahmad Luthfi Sidak Pasar Bunder Sragen, Harga Stabil dan Stok Aman

KS1
Rabu, 18 Maret 2026 | 10:33 WIB
Jelang Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Sidak Pasar Bunder Sragen, Harga Stabil. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SRAGEN, KLIKSOLONEWS.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bunder Sragen, Rabu (18/3/2026).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali serta pasokan aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi didampingi sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipatif pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi.

Suasana pasar terlihat ramai dengan aktivitas warga yang mulai berburu kebutuhan pokok. Sejumlah komoditas pangan mengalami peningkatan transaksi, seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri.

Di sela peninjauan, Ahmad Luthfi juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk mengetahui perkembangan harga serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Bahkan, ia turut memborong dagangan pedagang dan membagikannya kepada warga sekitar, yang disambut antusias oleh masyarakat.

“Pemprov punya aplikasi Siaga untuk memantau harga, tapi itu tidak cukup. Kita harus cek langsung di lapangan, recheck sampai final check, apalagi mendekati H-2 Lebaran, untuk memastikan tidak ada gejolak harga,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, ada dua indikator utama dalam menjaga stabilitas pangan, yakni ketersediaan barang dan keterjangkauan harga.

“Dua kuncinya itu ketersediaan dan keterjangkauan. Dua-duanya terpenuhi. Kalau ada kenaikan harga, itu masih dalam batas wajar karena permintaan masyarakat meningkat,” jelasnya.

Ia mencontohkan harga cabai rawit yang sebelumnya sempat mendekati Rp100.000 per kilogram kini turun ke kisaran Rp70.000. Sementara harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, tergantung kualitas, dan masih dalam batas normal.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras di pasar masih stabil dan berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun komoditas hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan bertahap akibat fluktuasi pasokan serta meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Meski demikian, secara umum kondisi harga masih terkendali dan pasokan bahan pokok dipastikan aman.

Ahmad Luthfi menegaskan, jika terjadi lonjakan harga di pasar tertentu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera melakukan intervensi melalui dinas terkait dan BUMD pangan.

“Begitu ada kenaikan di salah satu pasar, langsung kita intervensi melalui dinas terkait dan BUMD. Mau itu daging, cabai, atau bawang, semua kita kendalikan supaya tidak terjadi lonjakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Julie Emmy, menyampaikan bahwa secara rata-rata harga komoditas penyumbang inflasi saat ini relatif stabil.

“Termasuk harga cabai rawit merah yang selalu jadi momok. Alhamdulillah semua turun, kemarin Rp70 ribu sekarang Rp65 ribu,” ujarnya.

Ia juga memastikan stok beras, baik premium maupun medium, dalam kondisi aman. Begitu pula stok Minyakita yang terus disuplai oleh Bulog ke pasar-pasar.

Selain pemantauan melalui aplikasi, pengendalian harga juga dilakukan dengan pengecekan langsung di lapangan serta intervensi pasar melalui BUMD pangan, yakni PT Jateng Agro Berdikari.

Direktur PT Jateng Agro Berdikari, Totok Siswanto, menambahkan bahwa monitoring harga dilakukan setiap hari di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai dasar pengambilan langkah intervensi.

“Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, kami langsung turun melalui operasi pasar. Seperti saat harga cabai sempat di atas Rp100.000 per kilogram, dilakukan intervensi sehingga harga bisa kembali ditekan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan akan terus memperkuat pemantauan harga, distribusi pasokan, serta intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Lebaran.(KS01)

Tags

Terkini