nasional

Derby Jateng Memanas! Situasi Tak Kondusif Usai Laga Lawan Persijap, Pemain Persis Solo Baru Keluar Stadion Gelora Bumi Kartini Pukul 03.30 WIB

KS1
Jumat, 6 Maret 2026 | 15:51 WIB
Derby Jateng Memanas! Situasi Tak Kondusif Usai Laga Lawan Persijap, Pemain Persis Solo Baru Keluar Stadion Gelora Bumi Kartini Pukul 03.30 WIB. (KlikSoloNews/Nurcahyo Adianto)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Rombongan pemain dan ofisial Persis Solo dilaporkan sempat tertahan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, hingga dini hari setelah pertandingan melawan Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu baru bisa meninggalkan stadion sekitar pukul 03.30 WIB karena situasi di sekitar stadion yang dinilai kurang kondusif setelah pertandingan berakhir.

Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengatakan pihak manajemen menerima laporan dari tim mengenai kondisi di stadion yang membuat rombongan tidak dapat langsung meninggalkan lokasi pertandingan.

“Jadi kita dapat laporan dari tim kalau kondisi di stadion setelah pertandingan kurang kondusif. Akhirnya tim baru bisa keluar dari stadion sekitar jam setengah empat,” ujar Ginda.

Setelah berhasil keluar dari Stadion Gelora Bumi Kartini, rombongan Persis Solo tidak langsung kembali ke Solo. Mereka memilih menunda perjalanan hingga kondisi lebih aman.

Rombongan baru melanjutkan perjalanan pulang sekitar pukul 09.00 WIB, sehingga jadwal kepulangan tim tidak berjalan sesuai rencana awal.

Meski demikian, Ginda memastikan kondisi seluruh pemain dalam keadaan baik dan tidak ada yang mengalami cedera akibat situasi tersebut.

“Untuk pemain tidak ada masalah. Ini hanya soal kepulangan yang tidak sesuai jadwal,” katanya.

Saat ini pihak manajemen Persis Solo masih menunggu laporan lengkap terkait berbagai kejadian yang terjadi setelah pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.

Selain itu, Ginda juga mengungkapkan dirinya telah memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk melakukan komunikasi awal terkait sejumlah insiden yang terjadi usai laga.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir panitia pelaksana pertandingan dari Persijap Jepara serta aparat keamanan.

Menurut Ginda, Persis Solo terbuka untuk berdiskusi dan berkomunikasi dengan semua pihak demi mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kami siap berkomunikasi terkait segala kejadian. Yang penting apapun yang terjadi kita cari solusi yang terbaik,” jelasnya.

Soroti Video Perusakan Mobil Suporter

Ginda juga menyoroti beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan perusakan mobil milik suporter Persis Solo.

Namun hingga saat ini, pihak manajemen mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi lengkap dari kejadian tersebut.

“Kaca pecah mungkin masih bisa dimaklumi kalau itu ulah oknum. Tapi kalau sampai mobil dibalik, ini yang menurut kami di luar kewajaran dan perlu kita samakan persepsinya apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Manajemen Persis Solo mengingatkan bahwa dukungan suporter sangat penting bagi tim. Namun mereka berharap dukungan tersebut tetap dilakukan secara tertib agar tidak menimbulkan kerugian bagi klub.

Ginda menegaskan, euforia dan loyalitas suporter merupakan hal yang wajar dalam dunia sepak bola. Meski begitu, tindakan yang berpotensi memicu sanksi bagi klub harus dihindari.

“Tim butuh dukungan suporter, tapi jangan sampai menimbulkan sanksi atau kerugian bagi klub,” katanya.

Manajemen Persis juga mengimbau seluruh suporter untuk menjaga ketertiban saat mendukung tim, baik di kandang maupun tandang.(KS02)

Tags

Terkini