nasional

Bangun Ekosistem Keuangan Digital, AdaKami Gandeng UNS Lewat FutureFin

KS1
Selasa, 3 Maret 2026 | 21:23 WIB
Bangun Ekosistem Keuangan Digital, AdaKami Gandeng UNS Lewat FutureFin. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) resmi menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam inisiatif Tech for Indonesia.

Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran program perdana bertajuk FutureFin, sebuah kompetisi karya tulis ilmiah yang mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan inovatif di bidang financial technology (fintech), khususnya pinjaman daring (pindar) yang aman dan bertanggung jawab.

Program ini menjadi langkah AdaKami dalam membangun talenta muda yang memahami dinamika industri fintech secara komprehensif, termasuk aspek risiko, tata kelola, serta perbedaan antara layanan legal dan praktik ilegal.

Kegiatan bertajuk Futurefin Talk "Exploring Digital Lending Thriugh Data, Ethics and Critical Thingking yang diikuti ratusan mahasiswa di Aula Gedung 3 FEB UNS, Selasa (3/2/2026).

Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, menegaskan Tech for Indonesia merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak nyata bagi generasi muda.

"Kolaborasi AdaKami dengan dunia akademik penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap industri pindar yang terus berkembang, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap risiko dan pentingnya memilih layanan fintech legal," kata Karissa.

Selama proses berlangsung, peserta akan mendapatkan materi seputar perkembangan teknologi finansial, dinamika industri pindar, aspek hukum dan regulasi, hingga praktik good corporate governance.


"Kombinasi pembelajaran teori dan praktik ini diharapkan mampu memperkaya perspektif mahasiswa sekaligus meningkatkan kemampuan analitis mereka," tutur Karissa.


Acara pembukaan FutureFin turut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi keuangan digital.

Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, mengapresiasi sinergi antara industri fintech dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat.

"Pengembangan fintech lending harus tetap berpijak pada prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, serta selaras dengan peta jalan penguatan industri jasa keuangan nasional periode 2023–2028," terang Eko.


FutureFin dapat diikuti mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di UNS. Skema kompetisi meliputi tahapan seleksi proposal, sesi pendampingan bersama akademisi dan praktisi, hingga presentasi final di hadapan dewan juri profesional.


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Prof Bhimo Rizky Samudro, menilai kerja sama ini menghadirkan pengalaman belajar kontekstual yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri.


"Kolaborasi AdaKami dengan UNS sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas dan poin ketujuh belas mengenai kemitraan," ucap Prof Bhimo.


Melalui sinergi ini, lanjut Prof Bhimo, mahasiswa didorong tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan sektor keuangan digital.


"Tentunya kami berharap dalam seluruh prosesnya, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga memperluas eksposur terhadap industri sekaligus membuka peluangkontribusi nyata di masa depan,” urai Prof Bhimo.


Melalui Tech for Indonesia dan FutureFin, AdaKami menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan fintech nasional yang transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan.


Program Tech for Indonesia dan FutureFin diharapkan melahirkan talenta muda dengan literasi keuangan yang kuat, kesadaran regulasi yang baik, serta kepedulian terhadap perlindungan konsumen.


Dengan demikian, transformasi digital di sektor keuangan Indonesia dapat berjalan seimbang antara inovasi dan tanggung jawab. (KS01)

Tags

Terkini