nasional

Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Relokasi Warga Terdampak di Purbalingga

KS1
Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:00 WIB
PURBALINGGA, KLIKKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memasuki fase lanjutan penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purbalingga.

Fokus penanganan kini diarahkan pada percepatan relokasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman, menyusul kondisi permukiman lama yang dinilai rawan bencana.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lapangan pada Jumat (30/1/2026) untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal. Dalam kunjungannya, ia meminta Pemerintah Kabupaten Purbalingga segera menyiapkan lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi para pengungsi.

Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 23 Januari 2026 malam menyebabkan kerusakan parah di empat desa pada dua kecamatan.

Desa Sangkanayu dan Lambur di Kecamatan Mrebet serta Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja menjadi wilayah terdampak, dengan Desa Serang dilaporkan mengalami kerusakan paling berat.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah diberikan sejak awal kejadian.

Menurutnya, Gubernur Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng untuk terjun ke lapangan mendukung penanganan darurat.

“Sejak hari pertama, bantuan sudah datang. Pemprov juga membantu perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir dan longsor,” ujar Fahmi saat mendampingi Gubernur di Desa Serang.

Ia menambahkan, saat ini terdapat tiga kebutuhan utama yang menjadi prioritas pemerintah daerah, yaitu penyediaan huntara dan huntap, perbaikan jembatan yang putus, serta pemulihan jaringan air bersih.

“Koordinasi dengan pemerintah desa terus kami lakukan untuk menentukan lokasi relokasi yang aman dan sesuai kebutuhan warga,” jelasnya.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi meninjau Posko Balai Desa Serang sekaligus memimpin rapat koordinasi penanganan bencana bersama lintas instansi. Ia juga mengunjungi Villa Serang yang digunakan sebagai tempat pengungsian, berdialog langsung dengan warga, serta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak pengungsi.

Gubernur kemudian meninjau titik-titik terdampak di Dusun Gunungmalang dan Dusun Kaliurip, sebelum mengecek kesiapan dapur umum Brimob yang melayani kebutuhan logistik para pengungsi.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan bantuan simbolis dengan total nilai hampir Rp700 juta, meliputi kebutuhan pangan, sandang, perlengkapan anak, bantuan perumahan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa ratusan rumah warga yang berada di zona rawan akan direlokasi. Penyiapan lahan dilakukan oleh Pemkab Purbalingga, sementara pembangunan huntara dan huntap akan dikerjakan secara kolaboratif dengan Pemprov Jateng serta kementerian terkait.

“Relokasi membutuhkan pendekatan yang matang. Kami harus memastikan masyarakat memahami dan merasa aman. Penanganan bencana tidak berhenti pada tanggap darurat, tetapi memastikan kehidupan warga ke depan lebih terlindungi,” tegasnya.

Terkait terputusnya sejumlah jembatan yang menghambat mobilitas warga, Ahmad Luthfi menyatakan telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pemasangan jembatan sementara, sekaligus menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen.

“Prioritas kami adalah jembatan yang menjadi akses utama kegiatan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” pungkasnya. (KS01)

Tags

Terkini