SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Melalui pengelolaan Max Auto, Bajaj Maxride menegaskan bahwa segmentasi pasar yang dilayani berbeda dengan ojek online (ojol).
Layanan ini mengandalkan kendaraan roda dua dan roda tiga (bajaj) yang memiliki karakteristik khusus, baik dari sisi kapasitas angkut, fungsi operasional, hingga fleksibilitas penggunaan di kawasan perkotaan.
Lebih dari sekadar alat transportasi penumpang, Bajaj juga berperan sebagai kendaraan niaga dan operasional. Pengalaman operasional di Yogyakarta menunjukkan bahwa banyak hotel, kawasan wisata, hingga area komersial telah memanfaatkan Bajaj sebagai shuttle tamu, transportasi internal kawasan, hingga angkutan barang operasional.
Model pemanfaatan tersebut dinilai sangat relevan diterapkan di Kota Solo yang dikenal sebagai kota wisata budaya, pusat kegiatan ekonomi, serta memiliki banyak kawasan dengan aktivitas masyarakat yang padat.
“Kehadiran Bajaj Maxride di Solo bukan untuk menggantikan moda transportasi yang sudah ada, tetapi untuk melengkapi dan memperkaya pilihan mobilitas masyarakat,” demikian penegasan dari pihak manajemen.
Didukung Warga Solo, Maxride Tetap Beroperasi
General Manager Bajaj Maxride, Antonio Gratiano, menyampaikan pihaknya akan tetap memberikan layanan operasional demi kepentingan warga Kota Solo. Dukungan tersebut terlihat dari sentimen positif masyarakat di berbagai lini masa media sosial.
“Berdasarkan pemantauan kami di berbagai platform media sosial, sangat banyak warga Solo yang mendukung dan berharap Bajaj Maxride tetap melayani di Kota Solo. Sentimen positif ini kami peroleh dari konten internal maupun eksternal yang membahas Bajaj Maxride,” ujar Antonio.
Sebagai platform transportasi yang inklusif, Bajaj Maxride membuka pintu selebar-lebarnya bagi driver ojek online yang ingin bergabung sebagai mitra pengemudi.
“Kami ingin membuktikan bahwa Bajaj bukan moda transportasi yang eksklusif. Kami justru ingin tumbuh bersama dan bekerja sama dengan komunitas driver moda transportasi lainnya,” tegas Antonio.
Hal senada disampaikan Bayu Subollah, Regional Manager Central Java Bajaj Maxride. Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga aktif menjalin koordinasi dengan lima komunitas ojol di Kota Solo demi menjaga ketertiban dan keamanan operasional.
“Kami selalu membuka ruang koordinasi dan berencana menggelar kopdar bersama komunitas ojol di Kota Solo agar tercipta ekosistem transportasi yang saling mendukung,” ujarnya.
Potensi Penghasilan Driver Bajaj Dinilai Menjanjikan
Dari sisi kesejahteraan mitra, Max Auto mencatat potensi penghasilan driver Bajaj di Kota Solo cukup kompetitif. Berdasarkan data internal periode 1–30 Desember 2025, tercatat Top 10 driver Bajaj Maxride dengan pendapatan yang berkelanjutan dan menarik.
(Data penghasilan akan disajikan dalam bentuk tabel atau visual Top 10 Penghasilan Driver Bajaj Kota Solo – Desember 2025).
Melalui pendekatan kolaboratif, pemanfaatan kendaraan multifungsi, serta komitmen terhadap inklusivitas, Bajaj Maxride optimistis dapat menjadi bagian dari solusi transportasi perkotaan yang berkelanjutan di Kota Solo.
Dengan ekosistem transportasi yang saling melengkapi, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan mobilitas yang aman, fleksibel, dan sesuai kebutuhan.(ks01)