nasional

Tinjau Pencarian Pendaki Hilang, Bupati Karanganyar Kerahkan Drone

KS1
Rabu, 21 Januari 2026 | 11:10 WIB
Tinjau Pencarian Pendaki Hilang, Bupati Karanganyar Kerahkan Drone (Kliksolonews/dok)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Bupati Karanganyar Rober Christanto meninjau langsung posko pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Selasa (20/1/2026) siang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal sekaligus memantau kesiapan personel di lapangan.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno. Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyatakan komitmennya untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan, termasuk personel BPBD, relawan gabungan, serta dukungan teknologi pemantauan udara.


Rober Christanto berharap pendaki yang hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Ia juga menegaskan, peristiwa ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan jalur pendakian Bukit Mongkrang.


“Kami berharap korban bisa segera ditemukan dalam keadaan sehat. Ke depan, jalur pendakian ini perlu dievaluasi, terutama terkait pendampingan bagi pendaki pemula,” ujarnya di sela peninjauan.


Menurut Bupati, evaluasi diperlukan guna memastikan keselamatan wisatawan, khususnya mereka yang baru pertama kali mendaki. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap pendaki memperoleh informasi dan pendampingan yang memadai agar risiko tersesat dapat diminimalisir.


“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Pendaki pemula sebaiknya didampingi oleh petugas atau relawan agar keamanan lebih terjamin,” tambahnya.


Untuk mendukung operasi pencarian, Pemkab Karanganyar juga mengerahkan drone milik Diskominfo guna memetakan area pencarian dari udara. BPBD telah menandai sejumlah titik rawan sebagai bagian dari langkah mitigasi bencana dan upaya mempercepat proses pencarian.


“Semua unsur bergerak bersama, baik untuk pencarian maupun mitigasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” jelas Rober.


Sementara itu, orang tua pendaki, Sapto Mulyono, mengungkapkan kronologi hilangnya putranya, Yazid Ahmad Firdauz, yang akrab disapa Dauz. Menurutnya, Dauz berpamitan mendaki bersama rekan-rekannya sejak Sabtu malam dengan perlengkapan yang dinilai cukup.


Kekhawatiran keluarga muncul ketika Dauz belum kembali hingga Minggu dini hari. Informasi resmi terkait hilangnya Dauz baru diterima keluarga dari tim relawan pada Sabtu petang berikutnya.


Sapto menuturkan, putranya tergolong pendaki berpengalaman dan sudah beberapa kali menjajal jalur Mongkrang. Selain itu, kondisi fisik Dauz dinilai sangat prima karena rutin melakukan olahraga lari dan renang.


“Anak kami sudah lebih dari lima kali naik Mongkrang. Fisiknya juga terjaga. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan ratusan relawan yang terlibat dalam pencarian,” ungkapnya.


Meski sinyal GPS dari perangkat komunikasi dan jam tangan pintar korban belum dapat terdeteksi, pihak keluarga tetap optimis dan menyerahkan sepenuhnya proses pencarian kepada tim gabungan.


“Sebagai orang tua, tentu kami berharap yang terbaik. Terima kasih atas kepedulian dan bantuan semua pihak,” tutup Sapto. (KS2)

Tags

Terkini