nasional

Pemprov Jateng–Lampung Sepakati 11 Kerja Sama Strategis, Nilai Transaksi Tembus Rp832,3 Miliar per Tahun

KS1
Rabu, 7 Januari 2026 | 15:30 WIB
Pemprov Jateng–Lampung Sepakati 11 Kerja Sama Strategis, Nilai Transaksi Tembus Rp832,3 Miliar per Tahun. (KlikSoloNews/dok)

LAMPUNG, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Lampung resmi memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui penandatanganan 11 perjanjian kerja sama lintas sektor dengan nilai transaksi ekonomi mencapai Rp832,3 miliar per tahun.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa malam (6/1/2026).

Penandatanganan kerja sama disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta melibatkan perangkat daerah, BUMD, asosiasi pengusaha, hingga pelaku usaha dari kedua provinsi. Sebagian perjanjian disepakati dengan masa berlaku hingga lima tahun.

Kolaborasi antardaerah ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan vokasi, industri dan perdagangan, energi, pangan, hingga pariwisata serta penguatan rantai pasok antarwilayah.

Pada sektor pendidikan, kedua provinsi sepakat memperkuat pendidikan vokasi melalui program SMK Kembar yang dikoordinasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masing-masing daerah. Di sektor industri dan perdagangan, kerja sama difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah dan Lampung.

Kerja sama juga melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di antaranya nota kesepahaman pemanfaatan gas bumi dan pengembangan energi baru terbarukan antara PT Jateng Petro Energi (JPEN) dan PT Lampung Jasa Utama (Perseroda).

Sementara itu, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda) menjalin kerja sama perdagangan multi-komoditas dengan PT Wahana Raharja (Perseroda).

Di sektor pangan, PT Jateng Argo Berdikari (Perseroda) bekerja sama dengan PT Wahana Raharja serta Koperasi Produsen Agro Gelem Hijau dalam penyediaan bahan pangan dari sektor pertanian dan perkebunan.

Kolaborasi juga diperluas dengan melibatkan asosiasi pengusaha. Hipmi Jawa Tengah dan Hipmi Lampung sepakat meningkatkan kapasitas kelembagaan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, maritim, kelautan, dan perikanan. Sementara Astindo Jawa Tengah dan Lampung bekerja sama mengembangkan sektor pariwisata.

Adapun Kadin Jawa Tengah dan Kadin Lampung menjalin kerja sama perdagangan berbagai komoditas strategis, mulai dari garam, gula, kelapa, jahe gajah, beras, singkong, tepung tapioka, udang, hingga sapi.

Dorong Rantai Pasok dan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kemitraan antarpelaku usaha juga terjalin, antara lain kerja sama PT Goldensnack Mas Sejahtera dengan PT Asindo Tech terkait suplai bahan baku tepung tapioka, serta penguatan rantai pasok industri dan perdagangan antara PT Fajar Mulia Transindo dan PT Wahana Raharja (Perseroda) untuk komoditas gula kristal, kopi, bawang putih, dan lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kunjungannya ke Lampung membawa mandat kepentingan lebih dari 37 juta penduduk Jawa Tengah yang tersebar di 35 kabupaten/kota.

“Hari ini kita memperkuat kerja sama antarprovinsi untuk menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru. Kolaborasi ini melibatkan dinas dan BUMD agar kedua daerah dapat berkembang bersama,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan, kerja sama ini tidak bertujuan menunjukkan keunggulan salah satu daerah, melainkan mengedepankan konsep collaborative government untuk mendorong kemajuan bersama. Kesepakatan ini juga merupakan tindak lanjut pertemuan para gubernur di Kepulauan Riau pada Juni 2025.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai nilai transaksi Rp832,3 miliar menjadi fondasi awal kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.

“Kami berharap kerja sama ini terus berkembang karena karakteristik komoditas dan kebutuhan industri Lampung dan Jawa Tengah sangat potensial untuk saling melengkapi,” ujarnya.

Mirzani juga menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan ekonomi dan investasi, terutama terkait dukungan infrastruktur kawasan industri dan iklim investasi yang kondusif.

Di luar 11 kerja sama baru tersebut, kedua provinsi sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi sepanjang 2025, termasuk di sektor koperasi dan UMKM, layanan sosial, serta ketahanan pangan dan perdagangan komoditas strategis seperti cabai rawit, bawang merah, dan DOC ayam KUB.(KS01)

Tags

Terkini