nasional

Isu Bali Sepi Wisatawan Terbantahkan, Kunjungan Wisman 2025 Tembus Rekor 7,1 Juta Orang

KS1
Rabu, 7 Januari 2026 | 14:00 WIB
Isu Bali Sepi Wisatawan Terbantahkan, Kunjungan Wisman 2025 Tembus Rekor 7,1 Juta Orang. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

GIANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Isu Bali sepi wisatawan yang sempat ramai beredar di media sosial dipastikan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Pulau Dewata justru mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan total lebih dari 7,1 juta kunjungan.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana kepada Gubernur Bali Wayan Koster saat kunjungan kerja di Puri Agung Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (1/1/2026).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi peninjauan langsung terhadap aktivitas pariwisata Bali, khususnya di kawasan Ubud.

Gubernur Wayan Koster mengungkapkan, berdasarkan data PT Angkasa Pura, jumlah Wisman yang masuk ke Bali melalui jalur udara hingga 31 Desember 2025 mencapai lebih dari 7,05 juta orang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sekitar 6,3 juta kunjungan.

“Terjadi kenaikan sekitar 750 ribu wisatawan atau 11,3 persen. Ini merupakan rekor tertinggi pariwisata Bali dan bahkan melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19,” ujar Koster, dikutip dari laman resmi Pemprov Bali, Selasa (6/1/2026).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2019, sebelum pandemi melanda, jumlah kunjungan Wisman ke Bali berada di angka 6,27 juta orang.

Menurut Koster, lonjakan pada 2025 menjadi bukti kuat bahwa Bali tetap menjadi destinasi favorit wisatawan dunia, terlepas dari berbagai isu yang beredar.

“Apapun isu yang berkembang, faktanya Bali tetap dipilih wisatawan internasional,” tegasnya.

Selain melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, peningkatan kunjungan Wisman juga tercatat dari jalur laut.

Data Pelabuhan Benoa menunjukkan sekitar 71 ribu wisatawan mancanegara datang ke Bali menggunakan kapal pesiar (cruise) sepanjang 2025. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sekitar 53 ribu orang.

Jika digabungkan antara jalur udara dan laut, total kunjungan Wisman ke Bali sepanjang 2025 menembus lebih dari 7,1 juta orang, dan angka tersebut belum termasuk kedatangan melalui jalur darat.

Wisatawan Nusantara Turun

Sementara itu, kunjungan Wisatawan Nusantara (Wisnus) ke Bali pada 2025 tercatat 9,28 juta orang, turun sekitar 700 ribu kunjungan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 10,1 juta orang.

“Secara keseluruhan, gabungan Wisman dan Wisnus pada 2025 mencapai sekitar 16,38 juta kunjungan, turun tipis sekitar 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini murni disebabkan berkurangnya wisatawan domestik,” jelas Koster.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa data kunjungan Wisman justru membantah narasi Bali sepi wisatawan.

“Bandara Ngurah Rai padat, pusat perbelanjaan ramai, destinasi wisata penuh, bahkan kemacetan masih terjadi. Data membuktikan Bali tidak sepi,” tandasnya.

Menanggapi pemaparan tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Bali tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Pusat dalam pengembangan pariwisata nasional.

“Bali adalah destinasi yang sangat strategis bagi Indonesia. Pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan penuh, termasuk pengembangan pariwisata berkualitas yang sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa World Bank telah melakukan kajian khusus terkait penguatan quality tourism di Bali guna memastikan pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat lokal.(KS01)

Tags

Terkini