JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Media sosial kembali dihebohkan beredarnya sebuah video yang menampilkan Arief Rosyid Hasan, Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Partai Golkar. Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan memantik reaksi keras dari publik.
Dalam rekaman tersebut, Arief Rosyid Hasan melontarkan pernyataan yang dinilai kontroversial dan langsung menjadi sorotan warganet. Ucapannya dianggap problematik karena menyentuh isu loyalitas politik dan etika kepemimpinan.
Kontroversi bermula ketika Arief secara terbuka menyatakan bahwa dirinya akan tetap membela Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, bahkan apabila Bahlil berada dalam posisi yang salah.
Alasan pembelaan itu disebut karena kesamaan latar belakang sebagai aktivis dan memiliki “warna” perjuangan yang sama.
Pernyataan tersebut sontak menuai kritik tajam. Banyak warganet menilai sikap tersebut mencerminkan pembelaan tanpa mempertimbangkan objektivitas dan prinsip keadilan.
Awalnya Puji, Berujung Polemik
Dalam video yang sama, Arief Rosyid Hasan sejatinya memulai dengan pujian terhadap sosok Bahlil Lahadalia. Ia menggambarkan Bahlil sebagai figur yang low profile, pekerja keras, serta memiliki kerendahan hati.
Menurut Arief, Bahlil merupakan contoh aktivis yang sukses meniti karier politik tanpa melupakan nilai-nilai perjuangan yang pernah dianutnya di masa lalu.
Namun, pujian tersebut justru tenggelam akibat satu potongan kalimat yang dinilai bermasalah. Cuplikan pernyataan itulah yang kemudian menyebar luas dan membuat video tersebut viral hanya dalam hitungan jam.
Sejak video itu beredar, kolom komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi tanggapan kritis dari warganet.
Sebagian menilai pernyataan Arief berpotensi memperkuat stigma negatif tentang praktik politik yang mengedepankan solidaritas kelompok dibandingkan kebenaran.
Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan hangat dan memicu diskusi publik mengenai etika pejabat politik, loyalitas, serta batas antara solidaritas dan objektivitas dalam kehidupan bernegara.(KS01)