SUMATERA, KLIKSOLONEWS.COM - Kelangkaan BBM pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera—termasuk Aceh dan Sumatera Utara (Sumut)—masih menjadi momok bagi masyarakat.
Alih-alih mereda, suasana justru memanas setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendapat protes keras dari warga saat meninjau lokasi.
Insiden itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial dan tayang di kanal resmi iNews.
Dalam kunjungannya, Menteri Bahlil menyampaikan stok BBM secara regional di wilayah Sumatera dinilai cukup. Namun pernyataan itu langsung disanggah keras oleh warga yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan BBM selama berhari-hari.
“Nggak ada cukup, Pak! Di sini kosong, Pak! Sudah lima hari nggak ada BBM!” teriak seorang warga, menegaskan betapa parah kondisi di lapangan.
Kelangkaan BBM membuat antrean di sejumlah titik bahkan dilaporkan mencapai tiga hari, memperburuk situasi masyarakat yang tengah berjuang pulih dari bencana.
Kendala Utama: Akses Darat Terputus
Menanggapi protes warga, Menteri Bahlil mengakui adanya hambatan pada proses distribusi. Menurutnya, meskipun stok BBM aman secara keseluruhan, akses jalan yang terputus akibat bencana membuat pasokan tak dapat masuk ke sejumlah kabupaten.
“Untuk di kabupaten ini, nggak bisa masuk karena jalannya terputus,” jelas Bahlil.
Pemerintah kini menyiapkan dua langkah utama untuk memulihkan distribusi memperbaiki jalur utama yang rusak dengan melibatkan Kementerian PUPR untuk memulihkan akses darat.
Selanjutnya menggunakan jalur alternatif atau “jalur tikus” sebagai solusi cepat untuk menyalurkan BBM hingga akses utama kembali normal.
“Semua potensi yang memungkinkan akan kita lakukan,” tegas Menteri Bahlil.
Untuk mempercepat penyaluran, pemerintah memberlakukan relaksasi aturan barcode di SPBU wilayah bencana.
Pengguna kendaraan di Aceh (IAC), Sumut, dan Sumatera Barat kini tidak perlu menggunakan barcode untuk pembelian BBM dan LPG.
“Mulai pagi tadi, barcode direlaksasi. Silakan masuk tanpa barcode,” ujar Bahlil.
Kebijakan ini diambil agar proses sortir yang sebelumnya memperlambat distribusi bisa dihilangkan sementara waktu.
Selain masalah BBM dan LPG, Menteri Bahlil juga meninjau kondisi infrastruktur energi di Bireuen, Aceh. Salah satu fokus utama adalah memulihkan jaringan listrik setelah tower Sutet PLN di kawasan tersebut roboh akibat bencana.
Pemerintah berharap pemulihan akses darat dapat segera selesai sehingga pasokan energi, BBM, dan LPG dapat kembali normal bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.(KS01)