SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Musim 2025/2026 menjadi tantangan berat bagi Persis Solo. Setelah 13 pertandingan, Laskar Sambernyawa hanya mengumpulkan 7 poin dari satu kemenangan, empat hasil imbang, dan delapan kekalahan, menjadikan tim tetap menghuni dasar klasemen Super League.
Manajemen sempat mengambil langkah tegas dengan memecat pelatih Peter de Roo pada pekan ke-10, setelah tim hanya mencatat satu kemenangan, dua seri, dan tujuh kekalahan di bawah arahan Peter.
Posisi kepala pelatih kemudian diisi Asisten Pelatih Tithan Wulung Suryana sebagai karteker, yang memimpin tim selama tiga laga dengan catatan dua hasil imbang dan satu kekalahan.
Namun, aturan kompetisi membatasi masa tugas karteker hanya satu bulan, sehingga laga kontra PSM Makassar menjadi pertandingan terakhir Tithan sebagai pelatih sementara.
Direktur baru PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, mengatakan manajemen akan melakukan evaluasi mendalam pekan depan.
“Hasil pertandingan sudah kita lihat. Hari Senin kita akan melakukan evaluasi lebih detail, termasuk performa pelatih dan langkah yang bisa diambil selanjutnya,” ujar Ginda saat ditemui di Stadion Manahan Solo, Sabtu (29/11/2025).
Ginda menegaskan lisensi kepelatihan Tithan belum memenuhi syarat untuk diangkat menjadi kepala pelatih permanen.
Manajemen tengah menimbang sejumlah opsi sebelum menunjuk pelatih baru, yang diproyeksikan siap memimpin tim pada laga kontra Dewa United pada 20 Desember 2025.
“Kita punya jeda kompetisi cukup panjang, jadi perubahan pelatih bisa dilakukan dengan waktu yang cukup untuk adaptasi. Semua aspek, termasuk finansial dan kebutuhan tim, akan menjadi pertimbangan,” jelasnya.
Manajemen menekankan Tithan pelatih baru harus mampu meningkatkan performa Persis Solo, mengangkat mental pemain, dan memberikan semangat baru bagi suporter.
Ginda menambahkan bahwa kandidat pelatih bisa berasal dari lokal maupun asing, asalkan memenuhi kriteria tersebut.
Selain pergantian pelatih, Persis Solo juga mempertimbangkan perombakan skuad pemain, termasuk pemain asing, menyesuaikan kebutuhan tim untuk paruh kedua musim ini.
“Pemain yang akan ditambah atau diganti akan disesuaikan dengan masukan tim pelatih, supaya maksimal untuk mendongkrak performa. Semua keputusan akan diambil saat jendela transfer dibuka,” tutup Ginda.
Langkah strategis ini diharapkan mampu membawa Persis Solo keluar dari zona merah degradasi dan kembali bersaing di papan tengah klasemen Super League. (KS01)