SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta kembali melakukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memamerkan beragam menu di area car free day (CFD) pada Minggu, 23 November 2025.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak melihat langsung komposisi makanan serta menakar kandungan gizinya.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan gelaran edukasi gizi ini akan digelar secara berkala. Seluruh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) juga akan dilibatkan untuk lebih mendekatkan program MBG kepada masyarakat.
“Kegiatan seperti ini akan kami rutin lakukan. Ini momentum bagi SPPG untuk menunjukkan seperti apa menu yang dikirimkan kepada anak-anak penerima MBG,” ujar Respati.
Respati menegaskan MBG bukanlah program paksaan. Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa antusiasme warga justru sangat tinggi. Banyak warga yang menyampaikan keinginan agar program ini segera diterapkan secara merata di seluruh sekolah.
“Saya tekankan sekali lagi, ini bukan program memaksa. Tapi justru banyak warga yang meminta agar MBG diperluas. Bahkan banyak yang ‘protes’ karena ingin segera mendapatkan makan bergizi gratis,” jelasnya.
Dalam kegiatan di CFD, warga Solo tampak antusias mencicipi contoh menu dan memberikan penilaian mereka. Respons positif itulah yang disebut Respati sebagai bukti bahwa program ini sangat dibutuhkan masyarakat.
Selain memastikan anak-anak menerima konsumsi sehat, Respati menegaskan MBG memiliki peran besar dalam menekan angka stunting di Solo. Ia mengajak para orang tua aktif ikut mengedukasi anak tentang pentingnya menu seimbang.
“Program ini bukan semata-mata soal makanan. Ini tentang masa depan anak dan bagaimana gizi seimbang berpengaruh pada tumbuh kembang,” tegasnya.
BGN Tekankan Keterbukaan Informasi Gizi
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menilai bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci keberhasilan Program MBG. Edukasi mengenai pemenuhan gizi seimbang dinilai sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat literasi gizi di masyarakat.
“Program MBG bukan hanya tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang,” kata Dadan. (KS01)