nasional

Dugaan Keracunan MBG di Karanganyar, Satgas Tunggu Hasil Uji Lab

KS1
Rabu, 8 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Ketua Satgas Percepatan MBG yang juga Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana. (KlikSoloNews/dok)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Karanganyar merespons cepat laporan dugaan keracunan makanan yang dialami belasan pelajar.

Ketua Satgas sekaligus Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menegaskan pihaknya akan menunggu hasil uji laboratorium (lab) sebelum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Ini baru di lab juga, hasil lab-nya juga belum keluar. Tetapi apa pun ini, kita juga jangan terus menjustis itu terjadi keracunan karena makanan yang disediakan MBG,” kata Adhe Eliana, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, Satgas MBG akan bekerja berdasarkan data ilmiah dan tidak ingin terburu-buru mengaitkan kasus dengan program MBG tanpa bukti kuat. Ia menambahkan, gejala keracunan tidak selalu muncul akibat konsumsi makanan dari program MBG, sebab ada faktor lain yang juga perlu diperiksa.

“Itu kalau secara klinis dampak keracunan itu biasanya muncul dalam 12 sampai 24 jam pertama. Tapi dari laporan, ada juga yang sebelumnya ikut kegiatan seperti camping,” jelasnya.

Adhe menambahkan, satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Popongan telah ditutup sementara sebagai langkah antisipatif sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Penutupan dilakukan agar kita bisa pastikan keamanan dan higienitas makanan MBG benar-benar terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adhe menegaskan komitmen Pemkab Karanganyar untuk memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan MBG.

“SOP kita tambahin lagi supaya penyedia makanan merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap anak-anak ini. Kalau mereka menempatkan di hati seperti melayani keluarga sendiri, semuanya akan berjalan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Karanganyar, dr Arif Setyoko, menyampaikan bahwa sedikitnya ada 12 pelajar yang datang memeriksakan diri ke rumah sakit sejak Jumat lalu.

“Sekitar 12 orang, dari berbagai daerah. Gejalanya umum seperti sakit perut, mual, muntah, tapi tidak berat,” kata dr. Arif.

Sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan jalan, sementara sisanya masih dalam observasi tenaga medis.(ks01)

Tags

Terkini