nasional

Kembali ke Akar, PWI Pusat Pilih Kota Solo sebagai Lokasi Pelantikan Pengurus Baru

KS1
Sabtu, 6 September 2025 | 18:30 WIB
Kembali ke Akar, PWI Pusat Pilih Kota Solo sebagai Lokasi Pelantikan Pengurus Baru. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kota Solo ditetapkan sebagai lokasi pelantikan pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030.

Pelantikan akan digelar di Monumen Pers Nasional pada akhir September, tempat bersejarah berdirinya PWI pada 9 Februari 1946.

Keputusan ini disampaikan Ketua Umum PWI terpilih, Akhmad Munir, usai bertemu Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Jakarta.

Munir menyebut, Solo dipilih bukan hanya karena nilai historisnya, tetapi juga sebagai simbol penyatuan kembali wartawan Indonesia setelah hampir dua tahun dilanda dualisme organisasi.

“Kongres Persatuan di Cikarang menjadi jalan rekonsiliasi. Pelantikan di Solo menegaskan PWI kembali ke akar sejarahnya, menghidupkan semangat persatuan yang diwariskan para pendiri,” kata Munir.

Menkomdigi Meutya Hafid menyambut baik pelantikan di Solo. Ia berharap pengurus baru dapat merangkul semua pihak, termasuk kepengurusan sebelumnya yang sempat berbeda jalan.

“PWI harus bersatu kembali. Dengan pelantikan di Monumen Pers Nasional, kita mengingatkan bahwa pers Indonesia lahir dari semangat persaudaraan dan perjuangan bersama,” ujarnya.

Simbol Rekonsiliasi Pers

Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, menilai rencana ini memiliki makna mendalam. Menurutnya, sejarah panjang pers di Solo menjadi pengingat penting bagi insan pers modern agar tetap menjunjung tinggi solidaritas.

“Kami siap menyukseskan pelantikan ini. Maknanya bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat bahwa pers pernah mempersatukan bangsa dari kota ini,” tegasnya.

Pelantikan di Kota Solo dipandang banyak kalangan sebagai tonggak baru bagi PWI untuk kembali fokus pada profesionalisme, kualitas jurnalisme, dan pengabdian terhadap bangsa.

Momen ini sekaligus menutup lembaran dualisme yang sempat memecah wartawan Indonesia, menggantinya dengan semangat persatuan dari Sabang sampai Merauke.(KS01)

Tags

Terkini