nasional

Cek Kesehatan Gratis Jateng Tembus 5,7 Juta Sasaran, Tertinggi Nasional

KS1
Senin, 4 Agustus 2025 | 17:07 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jateng Tembus 5,7 Juta Sasaran, Tertinggi Nasional. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Jawa Tengah mencatat pencapaian luar biasa dengan menjangkau 5,7 juta sasaran, atau sekitar sepertiga dari total capaian nasional.

Angka ini menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan kontribusi tertinggi dalam akselerasi CKG secara nasional.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, saat mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, dalam peluncuran program CKG sekolah di SLB Negeri Semarang, Senin 4 Agustus 2025.

"Provinsi Jateng sudah melangkah untuk CKG, mungkin dari capaiannya sudah 5,7 juta sasaran dari total nasional 15-an juta," ujar Sumarno.

Dalam sambutannya, Sumarno menegaskan kesehatan anak sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang serta kecerdasan mereka.

Pemeriksaan yang dilakukan dalam program ini meliputi tekanan darah, kesehatan telinga, mata, gizi, dan deteksi dini masalah obesitas.

"Yang perlu menjadi perhatian juga masalah obesitas pada anak. Kalau anaknya gendut, itu sepertinya sehat padahal belum tentu," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan memantau kondisi kesehatan anak-anak dan perempuan sejak dini, karena mereka merupakan fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Menteri PPPA, Arifah Fauzi mengungkapkan program CKG untuk sekolah telah resmi dimulai hari ini, setelah sebelumnya menyasar sekolah rakyat sejak 14 Juli 2025.

“Tahun 2045 Indonesia menginjak usia 100 tahun. Anak-anak sekaranglah yang akan menjadi pemimpin masa depan. Maka, kesehatan adalah salah satu pondasi bangsa yang bermutu dan berkualitas,” jelas Arifah.

Ia menyoroti masalah kesehatan gigi sebagai tantangan serius, mengingat 93 persen anak Indonesia memiliki kondisi gigi yang buruk atau berlubang, sementara hanya 7 persen yang sehat. Selain itu, angka stunting juga masih tinggi di berbagai daerah.

"Jadi, (CKG) ini sebagai sebuah solusi yang kita lakukan agar kesehatan anak-anak terjamin," tegasnya.

Apresiasi pun datang dari Dirjen SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Nia Sjarifuddin, yang menyebut Jawa Tengah menunjukkan akselerasi terbaik secara nasional dalam program CKG.

Sasaran utama program ini adalah anak-anak usia 7-17 tahun, dengan fokus pada deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit.

"Karena Jawa Tengah ini paling akselerasinya (CKG secara umum) paling baik," ujar Nia.

Tri Ragil Saputra, siswa kelas 10 SLBN Semarang, mengaku senang dengan pemeriksaan kesehatan yang dilakukannya hari ini.

“Senang, tidak takut. Justru ingin sehat dan kuat,” ucap Tri Ragil.

Hal serupa disampaikan Aldi Saputra, siswa kelas 10 lainnya, yang merasa nyaman mengikuti rangkaian pemeriksaan seperti cek tekanan darah dan kesehatan telinga.

"Saya senang, dulu juga pernah periksa di dokter, supaya sehat," katanya.

Dengan capaian dan semangat ini, Jawa Tengah membuktikan diri sebagai motor penggerak kesehatan anak-anak Indonesia — membangun generasi sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan.(KS01)

Tags

Terkini