nasional

Taj Yasin Dorong Speling dan Medical Tourism: Jawa Tengah Harus jadi Rujukan Kesehatan, Bukan Cuma Jakarta dan Singapura

KS1
Rabu, 23 Juli 2025 | 12:29 WIB
Taj Yasin Dorong Speling dan Medical Tourism: Jawa Tengah Harus jadi Rujukan Kesehatan, Bukan Cuma Jakarta dan Singapura. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONES.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan provinsi ini sebagai destinasi wisata kesehatan (medical tourism) unggulan di Indonesia.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) Triwulan II Tahun Anggaran 2025, Rabu 23 Juli 2025, Taj Yasin menyoroti pentingnya penguatan layanan kesehatan dasar hingga spesialistik.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang saat ini sudah melayani ribuan warga di berbagai desa.

“Rasa-rasanya hanya pemeriksaan kejiwaan yang bisa kita banggakan. Tekanan darah, gula darah, dan ibu hamil itu sudah rutin dilakukan. Kalau Speling mau unggul, ya harus kita genjot lagi,” ujarnya di hadapan jajaran pemangku kepentingan di Gedung B Kantor Gubernur.

Menurut Taj Yasin, permasalahan terbatasnya dokter spesialis di rumah sakit tipe D bukan hanya soal kekurangan SDM, tapi juga karena lemahnya koordinasi lintas sektor.

“Banyak rumah sakit sebenarnya punya spesialis. Masalahnya, tidak saling terhubung. Ini soal koordinasi,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan visinya agar masyarakat Indonesia tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapat layanan kesehatan berkualitas.

“Saya ingin Jawa Tengah jadi pusat wisata kesehatan. Orang nggak usah ke Singapura atau Malaysia. Cukup ke Jawa Tengah, bisa selesai di sini,” kata Gus Yasin.

Namun untuk mencapai itu, ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya, penyediaan alat deteksi dini untuk penyakit berisiko tinggi seperti kanker dan TBC. Saat ini, menurut laporan, hanya ada satu unit alat deteksi yang bersifat mobile dan rentan rusak.

“Masa cuma satu alat dibawa ke mana-mana? Itu pun rawan rusak. Harus dipikirkan, mau pengadaan sendiri oleh rumah sakit atau difasilitasi pemerintah, yang penting harus ada solusinya,” ujarnya kritis.

Selain sektor kesehatan, Taj Yasin juga meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan seperti perbankan. Menurutnya, peluang bisnis berbasis kesehatan dan koperasi bisa jadi potensi baru yang strategis.

“Sekarang ada Koperasi Merah Putih, itu bisa jadi penggerak ekonomi juga. Jangan cuma Bank Jateng yang mendominasi,” tambahnya.

Sejauh ini, program Speling telah menjangkau 33 kabupaten/kota, hadir di 247 desa, dan melayani 29.301 warga hingga 21 Juli 2025. Di sisi lain, program Cek Kesehatan Gratis mencatat keberhasilan luar biasa: 5.037.579 warga telah menerima layanan, setara 97,64% dari total pendaftar.

Dua program ini menjadi wujud nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan terjangkau.

Dengan akselerasi seperti ini, bukan tidak mungkin impian Taj Yasin untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat wisata medis nasional bisa terwujud lebih cepat dari yang dibayangkan. (KS01)

Tags

Terkini