nasional

FX Rudy Kritik Penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Tuding Ada Muatan Politik

KS1
Sabtu, 22 Februari 2025 | 15:38 WIB
FX Rudy Kritik Penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Tuding Ada Muatan Politik. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Penahanan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu beragam reaksi, baik dari kalangan politisi maupun masyarakat.

Keputusan ini menyisakan pertanyaan dan ketegangan, terutama terkait dengan bagaimana proses hukum dijalankan dan apakah ada unsur politisasi dalam kasus ini.

FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPC PDIP Solo, menjadi salah satu tokoh yang secara tegas menyampaikan penyesalan atas penahanan Hasto.

FX Rudy, sapaan karibnya mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam terhadap cara penahanan yang dilakukan KPK, terutama penggunaan borgol yang ia anggap berlebihan.

“Penahanan Hasto sangat disayangkan. Hasto bukan koruptor, tetapi diborgol sedemikian rupa, tidak manusiawi,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Rudyatmo juga menyampaikan bahwa, sebagai figur penting di PDIP, Hasto tidak layak diperlakukan seperti seorang penjahat.

Dalam pandangannya, penahanan dengan borgol tidak sesuai dengan prinsip keadilan yang seharusnya mengedepankan hak asasi manusia, terlebih bagi seorang yang dianggapnya bukan pelaku korupsi.

Namun, pandangan tersebut tidak sejalan dengan pendapat sejumlah pihak yang melihat penahanan Hasto sebagai bagian dari penegakan hukum yang tak memandang status sosial atau politik.

Bagi mereka, tindakan KPK adalah langkah yang tepat dan harus dilakukan untuk memastikan bahwa hukum berlaku setara untuk semua, tanpa kecuali pejabat politik atau tokoh publik.

Pihak yang mendukung proses hukum ini berargumen bahwa meski Hasto merupakan Sekjen PDIP, tidak ada yang kebal dari hukum dan penegakan hukum harus dijalankan dengan tegas.

Tak hanya soal prosedur penahanan, kritik Rudyatmo juga menyentuh isu politisasi dalam kasus Hasto.

Menurut Rudyatmo, penahanan Hasto memiliki nuansa politis yang kuat, dengan menilai bahwa langkah KPK dalam menahan Sekjen PDIP ini tidak semata-mata proses hukum, tetapi juga bagian dari manuver politik.

“Penahanan Hasto oleh KPK kental politisasi,” ujar FX Rudy, yang dikenal dengan julukan Bapak Banteng Kota Solo.

Rudyatmo berpendapat bahwa penahanan Hasto tidak lepas dari dinamika politik yang sedang terjadi, terutama menjelang Pemilu.

Dalam konteks ini, kasus yang menimpa Hasto bisa saja dilihat sebagai upaya pihak tertentu untuk melemahkan posisi PDIP di panggung politik. Hal ini mengingat Hasto adalah tokoh kunci di PDIP, dan penahanannya memberikan dampak signifikan bagi citra partai tersebut. (ks01)

Tags

Terkini