nasional

Local Media Community 2025: Peran dan Peluang Bisnis Media di Tengah Tantangan

KS1
Rabu, 5 Februari 2025 | 10:59 WIB
Local Media Community 2025: Peran dan Peluang Bisnis Media di Tengah Tantangan. (KlikSoloNews/dok)

SURABAYA, KLIKSOLONEWS.COM – Local Media Community (LMC) 2025, yang diselenggarakan pada 4-5 Februari 2025 di Surabaya, menjadi ajang penting bagi media lokal untuk berbagi ide, pengalaman, dan inovasi di tengah tantangan yang dihadapi industri media.

Puluhan media lokal dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur, turut hadir dalam acara yang diprakarsai oleh Suara.com dan Beritajatim.com ini.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah mengenai bisnis media dan bagaimana media lokal dapat bertahan dan berkembang di tengah perubahan pesat yang terjadi dalam lanskap digital.

CEO Suara.com, Suwarjono, menjadi salah satu pembicara yang memaparkan materi berjudul "Lanskap Periklanan dan Bisnis Media Berita pada Isu Energi dan Keberlanjutan".

Suwarjono menyoroti cepatnya perubahan yang terjadi pada platform global, terutama Google yang kini sedang gencar mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

"Jangan kaget kalau Google akan menutup Google Search dan Discover," katanya, menggambarkan betapa dinamisnya industri ini.

Google yang sebelumnya menjadi andalan untuk mencari pembaca kini tengah memasuki fase transformasi. Situasi ini semakin membuat bisnis media semakin tak menentu, dengan media sosial yang juga tidak lagi dapat diandalkan untuk mendatangkan trafik pembaca.

Oleh karena itu, Suwarjono menegaskan bahwa industri media harus segera beradaptasi dengan perubahan ini, terutama dengan mengembangkan model bisnis yang tidak bergantung semata-mata pada platform besar seperti Google dan media sosial.

"Kita perlu banyak model bisnis yang dapat mendukung kita, yang arahnya bukan hanya sekadar media," ungkapnya.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pengembangan bisnis media, mengingat AI sendiri tidak dapat menghasilkan konten tanpa adanya tulisan dari jurnalis atau media.

Suwarjono juga menyarankan untuk mengeksplorasi bisnis homeless media, yang belakangan ini berkembang pesat di media sosial.

Bisnis ini memanfaatkan platform-platform yang tidak terikat langsung dengan media mainstream, sehingga membuka peluang untuk kolaborasi dan distribusi konten yang lebih luas.

Selain itu, ia juga mengusulkan untuk mengembangkan model bisnis berbasis afiliasi, dengan menghubungkan berita dengan e-commerce.

Pemanfaatan video dengan konten-konten yang sedang tren juga menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh media.

Beberapa model bisnis yang disarankan oleh Suwarjono antara lain digital kreatif, iklan langsung (direct advertising), penggunaan platform video seperti Facebook Video dan YouTube, live streaming, rumah produksi, training center, serta programmatic advertising.

LMC 2025 juga menawarkan berbagai peluang kolaborasi untuk pengembangan bisnis media, mulai dari penerapan AI untuk media lokal, jaringan media yang berkelanjutan, hingga peluang bagi startup media dan inovasi yang melibatkan perempuan dalam dunia media.

Dengan adanya peluang-peluang tersebut, diharapkan media lokal dapat terus berinovasi dan berkembang meskipun tengah menghadapi tantangan besar.

Sementara itu, Amir Suherlan dari Wavemaker juga memberikan pandangannya mengenai konsumsi media di masyarakat.

Menurutnya, meskipun konsumen menghabiskan sekitar tujuh jam sehari untuk mengakses internet, hanya satu setengah jam di antaranya yang digunakan untuk mengonsumsi berita.

"Jika kita berbicara tentang konsumsi media online atau web, memang konsumsinya relatif kecil. Namun, jika kita bicara media sosial atau homeless media, konsumsinya cukup tinggi," ungkap Amir.

Belanja iklan digital, baik itu di media online maupun media sosial, juga masih menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Potensi untuk mendapatkan iklan di platform digital masih sangat besar," tegasnya. Oleh karena itu, meskipun tantangan dalam bisnis media semakin besar, ada peluang besar untuk media lokal dalam berinovasi dan memanfaatkan model bisnis baru, terutama di era digital yang terus berkembang.

LMC 2025 membuktikan bahwa meskipun industri media menghadapi berbagai tantangan, kolaborasi dan inovasi dalam bisnis media tetap menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang.

Media lokal diharapkan dapat terus mengembangkan diri, beradaptasi dengan perubahan, dan memanfaatkan teknologi serta peluang baru yang muncul untuk menjaga relevansi dan keberlanjutannya di tengah perubahan yang sangat cepat ini.(KS01)

Tags

Terkini