Sabtu, 13 Juni 2026

Ini Tugas Fabiola Elizabeth Mantan Istri Reza Smash dalam Kasus Sindikat Love Scamming Sukoharjo

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 2 Juni 2026 | 18:38 WIB
Fabiola Elizabeth Mantan Istri Reza Smash Terlibat Sindikat Love Scamming di Sukoharjo, Segini Besaran Gajinya. (KlikSoloNews/dok)
Fabiola Elizabeth Mantan Istri Reza Smash Terlibat Sindikat Love Scamming di Sukoharjo, Segini Besaran Gajinya. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Mantan artis sekaligus model Fabiola Elizabeth resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan online jaringan internasional bermodus love scamming atau pig butchering yang dibongkar Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah.


Perempuan yang dikenal sebagai mantan istri Reza SMASH tersebut diduga menjadi bagian dari sindikat penipuan daring yang beroperasi di kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.


Dalam struktur organisasi sindikat tersebut, Fabiola disebut memiliki tugas khusus untuk meyakinkan korban melalui panggilan video agar semakin percaya terhadap investasi yang ditawarkan pelaku.


Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Himawan Susanto Saragih, mengungkapkan bahwa Fabiola merupakan satu dari 38 tersangka yang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut.


Menurutnya, sindikat penipuan ini menargetkan warga negara asing, terutama dari Amerika Serikat. Para korban terlebih dahulu didekati melalui media sosial dan aplikasi kencan untuk membangun hubungan emosional.


Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku mulai menawarkan investasi kripto palsu yang diklaim mampu memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.


Untuk memperkuat keyakinan korban, sindikat memanfaatkan sejumlah perempuan yang bertugas melakukan video call.


"Para pelaku yang berperan sebagai marketing mencari korban melalui berbagai platform. Sementara F bertugas melakukan video call agar korban semakin percaya," ujar Himawan.


Berdasarkan hasil penyelidikan, jaringan tersebut telah beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026.


Dalam kurun waktu hampir satu tahun, sindikat itu diduga berhasil menipu sedikitnya 133 korban dari berbagai negara.


Total keuntungan yang diperoleh dari aksi kejahatan tersebut mencapai 2,3 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp41,1 miliar.


Polisi menyebut para korban awalnya diajak menjalin hubungan personal secara intensif sebelum diarahkan untuk menanamkan dana pada platform investasi yang telah direkayasa oleh para pelaku.



Modus Pig Butchering


Kombes Pol Himawan menjelaskan bahwa modus yang digunakan dikenal dengan istilah pig butchering.


Metode ini dilakukan dengan membangun kedekatan emosional secara bertahap hingga korban merasa nyaman dan percaya kepada pelaku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X