Jumat, 12 Juni 2026

Harga Elpiji 12 Kg di Kupang Tembus Rp455 Ribu, Warga Keluhkan Kenaikan dalam Dua Bulan Terakhir

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 2 Juni 2026 | 11:28 WIB
Harga Elpiji 12 Kg di Kupang Tembus Rp455 Ribu, Warga Keluhkan Kenaikan dalam Dua Bulan Terakhir. (KlikSoloNews/dok)
Harga Elpiji 12 Kg di Kupang Tembus Rp455 Ribu, Warga Keluhkan Kenaikan dalam Dua Bulan Terakhir. (KlikSoloNews/dok)

KUPANG, KLIKSOLONEWS.COM – Harga gas elpiji 12 kilogram di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami lonjakan signifikan dalam dua bulan terakhir.

Kondisi ini membuat warga mengeluhkan tingginya biaya kebutuhan rumah tangga akibat mahalnya harga bahan bakar rumah tangga tersebut.

Pantauan di kawasan Jalan Fetor Foenay, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Senin (1/6/2026), menunjukkan harga isi ulang elpiji 12 kg dijual dengan harga bervariasi.

Harga termurah mencapai Rp420.000 per tabung, sementara harga tertinggi menyentuh Rp455.000 per tabung.

Kenaikan harga tersebut jauh di atas harga yang sebelumnya berlaku di wilayah Kota Kupang. Beberapa waktu lalu, gas elpiji 12 kg masih dijual sekitar Rp270.000 per tabung.

Sejumlah pedagang mengaku harga yang mereka jual mengikuti harga pasokan dari distributor. Mereka juga menyebut keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar.

"Ini pun tinggal satu tabung saja. Mungkin sebentar lagi sudah dibeli orang. Semua yang jualan gas harganya tidak terlalu beda jauh. Kami ambil untung Rp5.000 sampai Rp10.000 saja. Dari atas memang mahal," ujar seorang penjual gas.

Tidak hanya di tingkat pengecer, kelangkaan pasokan juga dirasakan oleh sejumlah minimarket di Kota Kupang. Beberapa toko terlihat hanya menumpuk tabung kosong di depan gerai tanpa stok isi ulang yang bisa dijual kepada masyarakat.

Petugas minimarket mengungkapkan bahwa mereka sudah beberapa bulan tidak menerima pasokan gas elpiji 12 kg. Sebelum stok habis, harga terakhir yang mereka jual mencapai Rp400.000 per tabung.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin kesulitan mendapatkan gas non-subsidi dengan harga yang terjangkau.

Gas Melon 3 Kg Juga Sulit Ditemukan

Di tengah mahalnya harga elpiji 12 kg, warga juga menghadapi persoalan lain berupa kelangkaan gas subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon.

Sejumlah wilayah di NTT dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh gas subsidi tersebut. Akibatnya, sebagian warga terpaksa beralih ke elpiji non-subsidi meskipun harganya jauh lebih mahal.

Bagi masyarakat yang tidak mampu membeli elpiji dengan harga tinggi, pilihan yang tersedia semakin terbatas. Sebagian bahkan mulai meninggalkan penggunaan gas dan mencari alternatif bahan bakar lain untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Lonjakan harga elpiji yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menambah beban ekonomi masyarakat. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan serta harga gas di wilayah NTT.

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, masyarakat juga berharap kelangkaan gas subsidi maupun non-subsidi dapat segera teratasi agar kebutuhan rumah tangga tidak semakin terbebani.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X