Jumat, 12 Juni 2026

2.570 Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur, Wapres Gibran Hadiri Puncak Waisak 2570

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 1 Juni 2026 | 11:30 WIB
2.570 Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur, Wapres Gibran Hadiri Puncak Waisak 2570. (KlikSoloNews/dok)
2.570 Lentera Perdamaian Terangi Langit Borobudur, Wapres Gibran Hadiri Puncak Waisak 2570. (KlikSoloNews/dok)

MAGELANG, KLIKSOLONEWS.COM – Sebanyak 2.570 lentera perdamaian menghiasi langit kawasan Candi Borobudur pada puncak peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 yang digelar di Taman Lumbini, Minggu malam (31/5/2026).

Pelepasan ribuan lentera tersebut menjadi simbol perayaan Waisak sekaligus pesan perdamaian yang disampaikan umat Buddha kepada dunia. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat negara, termasuk Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Selain Gibran, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, serta unsur Forkopimda turut hadir dan ikut menyalakan lentera perdamaian yang menerangi langit Borobudur.

Wapres Gibran menegaskan perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang menghargai keberagaman dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa.

Menurutnya, persatuan dan perdamaian merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan nasional.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama," ujar Gibran.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, mengapresiasi rangkaian kegiatan Waisak yang dinilai tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, peringatan Waisak yang rutin digelar setiap tahun mampu meningkatkan tingkat hunian homestay, okupansi hotel, hingga pendapatan pelaku UMKM di kawasan Borobudur.

"Dampak untuk perekonomian di kawasan Borobudur tentu saja sangat signifikan. Semua penginapan dan homestay penuh. UMKM masyarakat di sekitar Borobudur juga merasakan dampak yang besar," ujarnya.

Ia berharap perayaan Waisak dapat menjadi pemicu meningkatnya kunjungan wisatawan ke Borobudur, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Hartati Murdaya, mengatakan peringatan Waisak telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, jumlah homestay milik warga terus bertambah dan berkembang seiring meningkatnya jumlah umat Buddha yang datang ke Borobudur setiap tahun.

Bahkan, kapasitas homestay yang tersedia kerap tidak cukup menampung seluruh pengunjung sehingga keberadaan hotel-hotel baru turut membantu memenuhi kebutuhan akomodasi selama perayaan berlangsung.

"Beruntung banyak pembangunan hotel baru yang juga penuh saat peringatan Waisak Nasional. Ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian bagi kesejahteraan rakyat," kata Hartati.

Selain pelepasan lentera, rangkaian Waisak 2570 juga diisi berbagai kegiatan sosial dan spiritual. Salah satunya adalah layanan pengobatan gratis yang telah melayani lebih dari 7.000 pasien.

Prosesi sakral lainnya meliputi pengambilan air suci dari Umbul Jumprit serta pengambilan api abadi dari Api Abadi Mrapen.

Puncak acara berlangsung melalui Dharma Santi Waisak yang digelar pada malam hari sebelum pelepasan 2.570 lentera ke udara sebagai simbol peringatan Tri Suci Waisak 2570.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Djamari Chaniago, Fadli Zon, Nasaruddin Umar, dan Widiyanti Putri Wardhana.

Pelepasan ribuan lentera yang menerangi langit Borobudur menjadi penutup yang memukau sekaligus simbol harapan akan perdamaian, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X