Jumat, 12 Juni 2026

Jateng Media Summit 2026 Jadi Alarm Industri Pers Lokal Hadapi Disrupsi Digital dan AI

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB
Jateng Media Summit 2026 Jadi Alarm Industri Pers Lokal Hadapi Disrupsi Digital dan AI (Kliksolonews/dok)
Jateng Media Summit 2026 Jadi Alarm Industri Pers Lokal Hadapi Disrupsi Digital dan AI (Kliksolonews/dok)









SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Ratusan pengelola media lokal dari berbagai daerah di Jawa Tengah berkumpul dalam ajang Jateng Media Summit (JMS) 2026 yang digelar di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026).


Mengusung tema “Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah”, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi penting bagi pelaku industri pers daerah dalam menghadapi derasnya disrupsi digital, perubahan model bisnis media, hingga ancaman hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI).


Ketua Panitia JMS 2026 sekaligus CEO Beritajateng.tv, Nur Kholis mengatakan, kegiatan diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai wilayah seperti Semarang, Kudus, Solo, Banyumas hingga kawasan Pantura.


Menariknya, sekitar 30 persen peserta berasal dari kalangan “homeless media”, yakni media digital baru yang bergerak secara fleksibel tanpa basis kantor konvensional.


“Forum ini menjadi momentum penting untuk merumuskan masa depan media lokal di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat,” ujarnya.


Inisiator JMS 2026 sekaligus CEO PT Arkadia Digital Media Tbk dan Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, menegaskan bahwa media lokal harus segera beradaptasi dengan pola baru industri media digital agar tidak tertinggal.


Menurutnya, model bisnis media konvensional kini telah berubah total dan membutuhkan strategi baru agar tetap bertahan.


“Kalau tidak segera melakukan cara-cara baru atau model-model baru, media bisa tenggelam,” tegas Suwarjono.


Ia menggambarkan masa depan industri media akan semakin dipengaruhi teknologi algoritma dan AI, di mana konten akan tersaji otomatis kepada audiens hampir sepanjang hari.


Karena itu, media lokal dituntut lebih terbuka terhadap inovasi, teknologi, serta pola distribusi informasi yang terus berubah.


Dukungan terhadap forum tersebut juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng, Iwanuddin Iskandar, menegaskan pihaknya siap membangun kolaborasi dengan seluruh media di Jawa Tengah.


“Kami siap berkolaborasi dengan semua media. Kalau ada informasi kepala daerah yang tidak bisa berkolaborasi dengan media, laporkan ke kami,” ujarnya.


Ia juga menyoroti ancaman penyebaran hoaks berbasis teknologi AI seperti deepfake video maupun manipulasi suara yang kini semakin sulit dibedakan dari fakta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X