Sabtu, 13 Juni 2026

BPBD Jateng Tutup Tanggul Jebol Sungai Silandak di Semarang, Penanganan Permanen Disiapkan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 17 Mei 2026 | 09:35 WIB
BPBD Jateng Tutup Tanggul Jebol Sungai Silandak, Penanganan Permanen Disiapkan. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
BPBD Jateng Tutup Tanggul Jebol Sungai Silandak, Penanganan Permanen Disiapkan. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menutup tanggul jebol Sungai Silandak yang menyebabkan banjir di wilayah Semarang Barat dan Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.


Pemprov Jateng kini menyiapkan langkah penanganan jangka panjang guna mencegah bencana serupa kembali terjadi.


Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pihaknya sebenarnya telah melakukan upaya antisipasi sebelum banjir besar melanda kawasan tersebut. Salah satunya dengan pemasangan talut darurat di lokasi rawan jebol.


“Untuk Silandak Jembawan sudah ada penanganan sejak Jumat, 8 Mei 2026. Namun, talut darurat tersebut dihantam arus banjir dan material pasir hingga hanyut terbawa air,” ujar Bergas, Sabtu (16/5/2026).


Menurutnya, BPBD Jawa Tengah terus menerjunkan personel ke lapangan untuk melakukan pemantauan kondisi terkini, membantu warga terdampak banjir, serta melaksanakan kerja bakti membersihkan sisa lumpur dan material banjir.


“Hari ini kami melakukan pengecekan lokasi dan penanganan darurat. Untuk penanganan jangka panjang masih kami koordinasikan,” jelasnya.


BPBD Jateng juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terkait langkah teknis penanganan tanggul dan penguatan infrastruktur pengendali banjir di kawasan Sungai Silandak.


“Untuk penanganan tanggul sudah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana,” tambah Bergas.


Sebelumnya, Sungai Silandak di wilayah Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, meluap usai hujan deras mengguyur kawasan Semarang bagian barat dan selatan pada Jumat malam (15/5/2026).


Luapan sungai mengakibatkan banjir merendam sejumlah permukiman warga di Kecamatan Ngaliyan hingga kawasan Mangkang. Dalam kejadian tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir.


Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi di wilayah Purwoyoso, Ngaliyan tersebut. Ia menegaskan pemerintah daerah akan bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.


“Saya sudah meminta seluruh jajaran terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan membantu warga terdampak,” kata Ahmad Luthfi.


Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan kawasan rawan banjir agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban jiwa.


Ahmad Luthfi menambahkan, Pemprov Jateng akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan terpadu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X