Jumat, 12 Juni 2026

BGN Dorong Kampus Miliki SPPG, Rektor UI: Core Utama Pendidikan, Bukan Masak!

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 7 Mei 2026 | 13:30 WIB
BGN Dorong Kampus Miliki SPPG, Rektor UI: Core Utama Pendidikan, Bukan Masak! (KlikSoloNews/dok)
BGN Dorong Kampus Miliki SPPG, Rektor UI: Core Utama Pendidikan, Bukan Masak! (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong perguruan tinggi untuk mulai mempertimbangkan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menyatakan rencana pembentukan SPPG di lingkungan kampus masih perlu dikaji secara matang.

“Perguruan tinggi memiliki core business utama di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Heri di Kampus UI, Depok, Senin (4/5/2026).

Menurut Heri, jika nantinya SPPG akan dibentuk, maka pengelolaannya sebaiknya tidak langsung berada di bawah struktur akademik universitas, melainkan melalui unit usaha yang lebih relevan.

Ia mencontohkan fasilitas yang sudah dimiliki UI, seperti Wisma Makara, yang memiliki dapur dan pengalaman dalam penyediaan layanan konsumsi bagi tamu.

“Di unit usaha seperti itu sudah ada fasilitas dapur dan pengalaman operasional, sehingga lebih memungkinkan untuk menangani layanan seperti SPPG,” jelasnya.

Perlu Kajian Mendalam

Heri menegaskan bahwa pembentukan SPPG tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Diperlukan kajian komprehensif untuk memastikan kesesuaian dengan fungsi utama perguruan tinggi serta keberlanjutan operasionalnya.

“Nah, seandainya nanti ada SPPG, ini perlu dikaji terlebih dahulu. Bukan di universitasnya secara langsung, tetapi di unit usaha yang relevan,” tegasnya.

Inisiatif pembentukan SPPG di kampus merupakan bagian dari upaya mendukung program pemenuhan gizi nasional yang tengah didorong pemerintah.

Dengan melibatkan perguruan tinggi, diharapkan program ini tidak hanya meningkatkan akses layanan gizi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan dan nutrisi.

Namun demikian, keputusan akhir tetap akan mempertimbangkan kesiapan masing-masing kampus, baik dari sisi fasilitas, manajemen, maupun keselarasan dengan mandat utama pendidikan tinggi.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X