Jumat, 12 Juni 2026

50 Biksu Lintas Negara Jalan Kaki ke Borobudur, Waisak 2026 Gaungkan Perdamaian Dunia

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 7 Mei 2026 | 09:00 WIB
50 Biksu Lintas Negara Jalan Kaki ke Borobudur, Waisak 2026 Gaungkan Perdamaian Dunia. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
50 Biksu Lintas Negara Jalan Kaki ke Borobudur, Waisak 2026 Gaungkan Perdamaian Dunia. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM - Sebanyak 50 biksu dari berbagai negara akan melakukan perjalanan spiritual lintas kota menuju Candi Borobudur dalam rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.

Kegiatan bertajuk Indonesia Walk for Peace 2026 ini menjadi simbol kuat perdamaian dunia dan harmoni lintas agama.

Informasi tersebut disampaikan dalam audiensi Panitia Sannipata Waisak bersama Panitia Walk for Peace Wilayah Jawa Tengah–DIY dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang, Rabu (6/5/2026).

Ketua Panitia Walk for Peace, Alex Fernando, menjelaskan bahwa perjalanan para biksu akan dimulai dari Bali dan memasuki wilayah Jawa Tengah melalui Sragen.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke sejumlah daerah seperti Surakarta, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Muntilan, sebelum mencapai Vihara Mendut dan berakhir di Borobudur sebagai puncak perayaan Waisak Nasional pada 31 Mei 2026.

“Di Sragen para biksu akan berkegiatan di pendopo, kemudian melanjutkan perjalanan ke Solo, Klaten, Jogja, hingga Muntilan, dan paginya menuju Vihara Mendut serta Borobudur,” ujar Alex.

Selama perjalanan, berbagai kegiatan akan digelar, khususnya di Kota Surakarta. Mulai dari pemasangan ornamen Waisak, meditasi bersama masyarakat, hingga kegiatan sosial seperti donor darah.

Rangkaian peringatan Waisak tahun ini berlangsung dari 19 Mei hingga 6 Juni 2026, mencakup kirab, pindapata, hingga perjalanan spiritual menuju Borobudur.

Simbol Toleransi dan Persaudaraan

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik kegiatan ini dan menilai Indonesia Walk for Peace bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga simbol persaudaraan lintas iman.

“Ini menjadi pesan bahwa Jawa Tengah adalah rumah bagi toleransi dan persaudaraan antarumat beragama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran para biksu dari berbagai negara menjadi simbol harmoni yang perlu dijaga bersama.

“Kita dukung penuh agar kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak positif, baik secara sosial maupun pariwisata,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari fasilitasi wilayah, pengamanan, hingga dukungan administratif.

Dengan skala internasional dan nilai spiritual yang kuat, Indonesia Walk for Peace 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat nilai toleransi, tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan perdamaian dunia.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X