JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Sebuah video amatir yang memperlihatkan keributan di sebuah Warung Madura di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial.
Insiden yang terjadi pada Minggu (3/5/2026) itu memicu beragam spekulasi setelah diduga melibatkan seorang oknum anggota TNI.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria terlibat adu mulut dengan penjaga warung, yang kemudian berujung pada aksi kekerasan dan perusakan fasilitas warung.
Kejadian viral tersebut terekam kamera CCTV dan ponsel warga sekitar, sehingga cepat menyebar di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan narasi yang beredar, keributan bermula dari persoalan transaksi pembayaran menggunakan QRIS untuk pembelian rokok.
Disebutkan, terjadi perbedaan pendapat terkait biaya administrasi transaksi yang kemudian memicu ketegangan antara pembeli dan penjaga warung.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan perusakan sejumlah fasilitas di warung tersebut.
Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI AD TNI Angkatan Darat Brigjen Donny Pramono memberikan klarifikasi resmi.
Ia membenarkan dalam peristiwa tersebut memang terdapat keterlibatan prajurit TNI AD berinisial Sertu AW.
Namun, ia menegaskan bahwa video yang beredar tidak menggambarkan seluruh kronologi kejadian.
“Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini sedang menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran,” ujar Donny, Selasa (5/5/2026).
Situasi Sempat Memanas
Terkait kerusakan yang terjadi di lokasi, pihak TNI AD menyebut hal tersebut terjadi akibat situasi yang sudah tidak terkendali. Mereka meminta masyarakat untuk tidak langsung menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh video yang tidak utuh dan tidak menggambarkan kejadian secara menyeluruh,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan kasus tersebut kini telah ditangani oleh aparat militer. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan pihak terkait.
“Iya, sudah dimonitor. Kasus ini sudah ditangani POM TNI,” tegasnya.
Pihak TNI AD menegaskan akan memproses seluruh pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diberikan sesuai prosedur militer.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kembali kondusif dan aparat masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.(KS01)