Jumat, 12 Juni 2026

Wali Kota Respati Ardi Perkuat Sinergi Tangani Banjir, Gandeng BBWS dan Komunitas Sungai

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 5 Mei 2026 | 13:30 WIB
Wali Kota Respati Ardi Perkuat Sinergi Tangani Banjir, Gandeng BBWS dan Komunitas Sungai. (KliKSoloNews/dok)
Wali Kota Respati Ardi Perkuat Sinergi Tangani Banjir, Gandeng BBWS dan Komunitas Sungai. (KliKSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Kota Kota Surakarta terus memperkuat langkah penanganan banjir dengan menggandeng berbagai pihak.


Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memimpin rapat koordinasi pencegahan banjir di kawasan tepi Sungai Jenes, tepatnya di Jalan Griyan, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Senin (4/5/2026).


Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Gatut Bayuadji, Kepala Dinas PUPR Surakarta Nur Basuki, serta perwakilan Komunitas Peduli Sungai (KPS).


Fokus utama rakor adalah evaluasi dan perencanaan penanganan banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah Solo pada pertengahan April lalu. Beberapa kawasan terdampak di antaranya Pajang, Ledoksari, Bumi, Joyosuran, hingga Baron Cilik yang berada di sepanjang aliran Sungai Jenes.


Respati menegaskan, Pemkot Solo akan melakukan berbagai intervensi, termasuk normalisasi sungai bersama BBWSBS serta penambahan pompa air di titik-titik rawan.


“Kita akan intervensi permasalahan di wilayah terdampak dan bekerja sama dengan BBWS. Kita juga sudah sampaikan ke pemerintah pusat bahwa Solo membutuhkan dukungan untuk pengentasan banjir agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.


Selain langkah teknis, Pemkot juga melibatkan masyarakat melalui Komunitas Peduli Sungai. Respati menilai peran komunitas sangat penting dalam menjaga kebersihan sungai agar aliran air tetap lancar.


“Kita libatkan relawan sungai karena mereka yang setiap hari menjaga dan peduli. Sungai harus menjadi halaman kota, bukan punggung kota,” tegasnya.


Ia juga mengungkapkan, banjir yang terjadi dipicu berbagai faktor, mulai dari tingginya debit air, saluran tersumbat, hingga keberadaan bangunan liar di bantaran sungai, baik di wilayah Solo maupun daerah sekitar seperti Sukoharjo.


Untuk itu, Pemkot Surakarta tengah mempercepat proses pemulihan pascabanjir serta menyiapkan langkah jangka panjang guna mencegah kejadian serupa. Upaya tersebut meliputi gerakan normalisasi sungai, penambahan pompa, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.


Sementara itu, Kepala BBWSBS Gatut Bayuadji menyampaikan pihaknya telah rutin melakukan pemeliharaan sungai di wilayah Solo.


Saat ini, BBWSBS juga tengah menunggu proses lelang program dari Bank Dunia untuk penanganan Kali Jenes, Premulung, dan Kali Mati dengan nilai anggaran lebih dari Rp100 miliar.


“Anggaran cukup besar, lebih dari Rp100 miliar. Kita harapkan bisa mengurangi debit banjir, khususnya di wilayah Pajang. Pompa juga akan ditingkatkan kapasitasnya,” jelasnya.


Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BBWS, dan masyarakat, diharapkan penanganan banjir di Kota Solo dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga warga dapat beraktivitas tanpa kekhawatiran akan ancaman banjir.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X