Jumat, 12 Juni 2026

Menhub Pastikan Keselamatan Jadi Prioritas, KRL Bekasi Timur Dibuka Setelah Clearance KNKT

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 29 April 2026 | 17:36 WIB
Menhub Pastikan Keselamatan Jadi Prioritas, KRL Bekasi Timur Dibuka Setelah Clearance KNKT. (KlikSoloNews/dok Kemenhub)
Menhub Pastikan Keselamatan Jadi Prioritas, KRL Bekasi Timur Dibuka Setelah Clearance KNKT. (KlikSoloNews/dok Kemenhub)

BEKASI, KLIKSOLONEWS.COM – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembukaan kembali layanan KRL di Stasiun Bekasi Timur pascainsiden kecelakaan kereta.

Menurut Dudy, operasional KRL Jabodetabek dari arah Cikarang dan Bekasi Timur akan dibuka kembali setelah mendapatkan clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini, kami akan membuka kembali layanan KRL. Saat ini masih dalam tahap uji rel, persinyalan, dan kesiapan lainnya. Yang paling utama adalah aspek keselamatan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Menhub Dudy juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait jumlah korban dalam insiden kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Dari total 106 korban, sebanyak 15 penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara 91 lainnya mengalami luka-luka.

“Dari 91 korban luka, 38 penumpang sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menambahkan bahwa proses pemulihan jalur dilakukan secara bertahap.

Jalur hilir telah kembali dibuka sejak Selasa (28/4) pukul 01.30 WIB dan sudah bisa dilalui kereta jarak jauh dari arah timur. Sementara jalur hulu telah dinyatakan bersih dari puing-puing pada Rabu (29/4) dini hari.

“Kami memastikan jalur aman untuk dilalui, meskipun masih diberlakukan pembatasan kecepatan 30 km/jam di area stasiun,” ujar Bobby.

Posko Darurat dan Pengawasan Ketat

Sebagai bagian dari penanganan pascainsiden, Kementerian Perhubungan bersama PT KAI membuka dua posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir selama 14 hari ke depan.

Pemerintah juga menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran standar keselamatan dalam penyelenggaraan transportasi publik.

Kronologi terbaru kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, kecelakaan bermula saat KRL relasi Cikarang–Jakarta tertemper kendaraan di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dihentikan dan dijadikan Perjalanan Luar Biasa (PLB). Selanjutnya, satu rangkaian KRL lain dihentikan di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terjadi tabrakan dengan rangkaian KRL yang sedang berhenti.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono dan Sekretaris Perusahaan PT KAI Wisnu Pramudyo.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan transportasi, baik dalam masa pemulihan maupun operasional normal ke depan.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X