Jumat, 12 Juni 2026

Respons Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi, AHY Tegaskan Keselamatan Transportasi Bukan Isu Gender

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 29 April 2026 | 15:45 WIB
Respons Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi, AHY Tegaskan Keselamatan Transportasi Bukan Isu Gender. (KlikSoloNews/dok X AHY)
Respons Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi, AHY Tegaskan Keselamatan Transportasi Bukan Isu Gender. (KlikSoloNews/dok X AHY)

BEKASI, KLIKSOLONEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY sebagai respons atas usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait penempatan gerbong khusus perempuan di bagian tengah rangkaian kereta.

AHY menekankan baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dalam sistem transportasi publik.

“Laki-laki dan perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun. Fokus kita adalah menciptakan sistem transportasi yang aman dan nyaman,” ujarnya di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, pembahasan terkait posisi gerbong seharusnya tidak mengalihkan fokus utama, yakni peningkatan sistem keselamatan secara menyeluruh.

Pemerintah memastikan akan terus mengawal pembenahan sistem transportasi publik, mulai dari aspek teknologi, tata kelola, hingga respons darurat.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang di seluruh Indonesia.

Pernyataan ini juga muncul setelah insiden kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang memicu perhatian luas terhadap aspek keselamatan transportasi.

Pemerintah menegaskan  pembenahan tidak hanya difokuskan di wilayah Bekasi dan Jabodetabek, tetapi akan diterapkan secara nasional.

Dengan langkah tersebut, diharapkan sistem transportasi Indonesia menjadi lebih aman, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

-


Diberitakan sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan perubahan penempatan gerbong khusus wanita pada rangkaian kereta api agar berada di posisi tengah.

Usulan ini ditujukan untuk meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan bagi penumpang perempuan.

Permintaan tersebut disampaikan Arifah kepada PT Kereta Api Indonesia usai melayat ke rumah duka almarhumah Nuryati di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

“Ya, tadi kami sudah sempat menyampaikan ke PT KAI kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang. Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah untuk gerbongnya ya, supaya juga lebih tertib, lebih aman,” ujar Arifah.

Menurutnya, penempatan gerbong wanita di tengah rangkaian kereta dapat meminimalkan potensi risiko serta memberikan rasa aman lebih bagi penumpang perempuan, terutama dalam situasi darurat.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X