Jumat, 12 Juni 2026

Respati Ardi Tanggapi Santai Pencatutan Nama di Usaha Coffee Shop: Sedang Tren Pakai Nama Mas Wali

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 29 April 2026 | 12:30 WIB
Respati Ardi Tanggapi Santai Pencatutan Nama di Usaha Coffee Shop: Sedang Tren Pakai Nama Mas Wali. (KlikSoloNews/adhiraja
Respati Ardi Tanggapi Santai Pencatutan Nama di Usaha Coffee Shop: Sedang Tren Pakai Nama Mas Wali. (KlikSoloNews/adhiraja

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menanggapi dengan santai terkait pencatutan namanya yang dikaitkan dengan sebuah usaha coffee shop di Kota Surakarta. Ia menyebut fenomena penggunaan nama “Mas Wali” kini tengah menjadi tren di berbagai sektor.


Respati mengaku telah menerima banyak informasi terkait penggunaan nama tersebut, tidak hanya pada usaha kuliner, tetapi juga di sektor lain seperti parkir, Pedagang Kaki Lima (PKL), hingga pengadaan barang dan jasa.


“Memang saya dengar sedang ada tren menggunakan nama Mas Wali. Tren menggunakan nama Mas Wali di seluruh sektor, dari parkir, coffee shop, PKL, mau dari proyek, pemerintah, pengadaan barang dan jasa. Lagi tren menggunakan nama Mas Wali,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).


Menurutnya, fenomena ini bukan hal baru dan kerap terjadi dengan memanfaatkan nama pejabat untuk kepentingan tertentu. Namun demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.


“Ini adalah kebiasaan lama para oknum pejabat atau pihak yang mementingkan kepentingannya sendiri,” katanya.


Meski begitu, Respati menegaskan dirinya tidak terlalu menanggapi serius persoalan tersebut. Ia menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.


“(Tindakan gimana) Gausah, biarkan masyarakat yang menilai saja,” jelasnya.


Di sisi lain, ia memastikan tidak akan melakukan intervensi terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi pada salah satu coffee shop di Jalan Slamet Riyadi, meskipun dirinya mengenal pemilik usaha tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha di Kota Solo wajib mematuhi aturan yang berlaku.


“Intinya saya pribadi tidak pernah memberikan izin atau dukungan khusus. Silakan jika ingin mendirikan usaha, tetapi harus sesuai aturan. Mari kita saling menjaga iklim usaha di Kota Surakarta. Jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan karena kepentingannya sendiri,” ucapnya.


Respati juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Surakarta yang turut memberikan perhatian terhadap polemik tersebut. Menurutnya, masukan dari dewan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Solo dalam meningkatkan pelayanan publik.


“Kita perlu evaluasi bersama. Saya ucapkan terima kasih kepada anggota dewan yang rajin sidak. Semoga masukan baik bisa dilaksanakan. Ini juga menjadi pengingat bagi kami di Pemkot untuk selalu memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X