BEKASI, KLIKSOLONEWS.COM - Insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur ternyata dipicu oleh peristiwa lain di perlintasan sebidang.
Sebuah taksi dilaporkan tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur perlintasan (JPL) kawasan Bulak Kapal, yang kemudian memicu gangguan perjalanan kereta hingga berujung kecelakaan beruntun.
Menurut keterangan Franoto, tabrakan antara KRL dan taksi tersebut menyebabkan rangkaian kereta harus berhenti mendadak di jalur rel. Situasi ini menjadi titik awal dari insiden yang lebih besar di jalur yang sama.
“Jadi KRL itu berhenti karena ada taksi yang tertabrak di perlintasan dekat Bulak Kapal,” jelas Franoto.
Akibat posisi KRL yang berhenti di jalur aktif, kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pengereman secara optimal. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
“KRL berhenti, lalu di belakangnya ada KA Argo Bromo Anggrek yang kemudian terjadi tabrakan,” tambahnya.
Peristiwa ini menunjukkan bagaimana satu insiden kecil di perlintasan sebidang dapat berdampak besar terhadap keselamatan perjalanan kereta api.
Ketika jarak antar rangkaian tidak mencukupi dan sistem tidak memungkinkan penghentian cepat, risiko kecelakaan beruntun menjadi sangat tinggi.(ks01)