Jumat, 12 Juni 2026

TRAGIS! Dua PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Majikan hingga Agen Penyalur

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 25 April 2026 | 06:00 WIB
TRAGIS! Dua PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Majikan hingga Agen Penyalur. (KlikSoloNews/dok)
TRAGIS! Dua PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Polisi Periksa Majikan hingga Agen Penyalur. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA – Aparat kepolisian tengah mendalami dugaan unsur pidana dalam kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang nekat melompat dari lantai empat sebuah indekos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.


Penanganan kasus ini dilakukan oleh gabungan Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).


Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.


“Kami sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana yang terjadi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).


Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (22/4/2026) malam. Dua PRT diduga melompat dari lantai empat indekos. Salah satu korban yang masih berusia 15 tahun dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka serius berupa patah tangan.


Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, membenarkan korban meninggal masih berusia remaja. “Usia 15 tahun yang meninggal,” katanya.


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kedua korban diduga nekat melompat karena merasa tidak betah bekerja dan berusaha melarikan diri.


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menjelaskan keterangan awal dari korban selamat menyebut adanya tekanan dari lingkungan kerja.


“Katanya tidak betah, kemudian kabur berdua dan melompat dari lantai empat. Satu meninggal, satu mengalami patah tangan,” ungkapnya.


Korban selamat juga mengaku tidak nyaman bekerja karena majikan yang dinilai bersikap keras. Namun demikian, pihak kepolisian masih mendalami apakah perlakuan tersebut berupa kekerasan verbal atau fisik.


“Pengakuannya majikan galak, tetapi ini masih perlu didalami, apakah hanya ucapan atau ada tindakan lain,” tambah Roby.


Sejauh ini, polisi telah memeriksa majikan kedua korban sebagai saksi. Selain itu, pihak agen penyalur tenaga kerja juga dijadwalkan untuk dimintai keterangan guna mengungkap lebih jauh latar belakang kasus ini.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan proses penyelidikan masih terus berjalan dan dilakukan secara menyeluruh tim gabungan.


Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pekerja di bawah umur serta dugaan adanya tekanan dalam lingkungan kerja yang berujung pada tindakan nekat. Polisi memastikan akan mengusut tuntas peristiwa tersebut untuk mengungkap fakta sebenarnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X