Jumat, 12 Juni 2026

Kemenhaj Perketat Pengawasan Konsumsi Jemaah Haji di Madinah, Pastikan Makanan Higienis dan Bergizi

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 20 April 2026 | 16:30 WIB
Kemenhaj Perketat Pengawasan Konsumsi Jemaah Haji di Madinah, Pastikan Makanan Higienis dan Bergizi. (KlikSoloNews/dok)
Kemenhaj Perketat Pengawasan Konsumsi Jemaah Haji di Madinah, Pastikan Makanan Higienis dan Bergizi. (KlikSoloNews/dok)

MADINAH, KLIKSOLONEWS.COM - Kemenhaj RI bersama Poltekpar NHI Bandung melakukan pengawasan ketat konsumsi jemaah haji di Madinah, dari proses produksi hingga distribusi makanan.

Menjelang kedatangan jemaah haji Indonesia, kualitas konsumsi menjadi perhatian utama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Untuk memastikan makanan tetap higienis dan bergizi, pengawasan ketat dan berlapis diterapkan dalam seluruh proses penyediaan konsumsi di Madinah.


Pengawasan ini melibatkan tim dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung yang bertugas memantau setiap tahapan, mulai dari pra produksi, proses memasak, hingga distribusi ke hotel tempat jemaah menginap.


Perwakilan tim pengawas, Nova MH, menegaskan standar operasional prosedur (SOP) diterapkan tanpa kompromi.


“Pengecekan rutin dilakukan tiga kali sehari mengikuti jadwal makan jemaah,” ujarnya dilansir laman resmi Kemenhaj.


Pengawasan bahkan sudah dimulai sejak dini hari. Untuk makan pagi, tim bekerja sejak pukul 00.00 hingga 04.00 waktu setempat untuk memastikan proses memasak berjalan sesuai standar. Sementara itu, pengawasan makan siang dilakukan sejak pagi hari.


Dalam kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, menjaga kualitas makanan menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, suhu makanan saat distribusi menjadi perhatian utama.


“Makanan harus berada pada suhu 60–70 derajat Celsius saat didistribusikan ke hotel agar tetap higienis dan tidak mudah basi,” jelas Nova.


Selain itu, pemeriksaan berkala juga dilakukan terhadap penyimpanan bahan makanan, baik segar maupun kering, guna memastikan seluruh bahan dalam kondisi layak konsumsi.


Tim pengawas juga mengimbau jemaah untuk segera mengonsumsi makanan setelah diterima. Penundaan makan berpotensi menurunkan kualitas makanan, terutama dalam kondisi suhu tinggi meskipun makanan masih tertutup.



Menu Bergizi Seimbang, Ada Tempe hingga Buah


Tak hanya soal keamanan pangan, kandungan gizi juga menjadi fokus utama. Menu makanan disusun secara seimbang dengan memperhatikan kebutuhan protein, karbohidrat, dan serat.


Sumber protein berasal dari daging sapi, ayam, ikan, telur, hingga tempe. Sementara karbohidrat dipenuhi dari nasi dengan porsi terukur. Untuk vitamin dan serat, disediakan sayuran serta buah seperti wortel, kentang, apel, pir, dan pisang.


“Kami juga menambahkan menu seperti puding untuk membantu asupan serat jemaah,” tambahnya.


Keterbatasan sayuran hijau di Arab Saudi disiasati dengan bahan yang tersedia tanpa mengurangi nilai gizi. Bahkan, menu khas Indonesia seperti tempe tetap dihadirkan guna menjaga selera makan jemaah selama menjalankan ibadah.


Dengan sistem pengawasan berlapis ini, Kemenhaj berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan kondisi fisik yang prima, didukung oleh asupan makanan yang sehat, aman, dan bergizi. (ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X