SAMARINDA, KLIKSOLONEWS.COM – Menjelang rencana aksi pada 21 April 2026, kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur terlihat dijaga ketat.
Sejumlah pengamanan seperti pemasangan kawat berduri, kehadiran aparat bersiaga, hingga kendaraan taktis mulai disiagakan di sekitar lokasi.
Langkah pengamanan ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi kerumunan massa dan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Namun, kondisi tersebut juga memicu perhatian publik.
Sejumlah kalangan menilai pengamanan yang terkesan masif ini menimbulkan pertanyaan, terutama karena aksi belum berlangsung namun persiapan sudah dilakukan secara intensif.
Sorotan pun mengarah pada gaya kepemimpinan Rudy Mas'ud yang dinilai sebagian pihak perlu lebih membuka ruang dialog dengan masyarakat.
Pengamat menilai, dalam situasi seperti ini, komunikasi yang terbuka menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Ketika respons pemerintah dinilai berlebihan, muncul persepsi jarak antara pemimpin dan masyarakat.
Di sisi lain, pengamanan juga dipahami sebagai langkah preventif yang lazim dilakukan aparat untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan selama aksi berlangsung.
Aksi 21 April dipandang sebagai momentum penting, baik bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, maupun bagi pemerintah untuk menunjukkan komitmennya dalam mendengar dan merespons kritik secara terbuka.(KS01)