Jumat, 12 Juni 2026

Menghadapi Musim Kemarau 2026, Polda Jateng Waspadai Potensi Karhutla di Sejumlah Wilayah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 18 April 2026 | 10:00 WIB
Menghadapi Musim Kemarau 2026, Polda Jateng Waspadai Potensi Karhutla di Sejumlah Wilayah. (KlikSoloNews/dok)
Menghadapi Musim Kemarau 2026, Polda Jateng Waspadai Potensi Karhutla di Sejumlah Wilayah. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Memasuki musim kemarau tahun 2026, sejumlah wilayah di Jawa Tengah mulai mengalami perubahan cuaca signifikan.


Penurunan intensitas hujan yang disertai suhu udara semakin tinggi membuat kondisi tanah dan vegetasi mengering, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Berdasarkan prakiraan BMKG Provinsi Jawa Tengah, musim kemarau diprediksi mulai berlangsung sejak April hingga Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Kondisi ini berpotensi memicu peningkatan titik api di berbagai daerah.


Wilayah Jawa Tengah bagian timur dan utara menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi. Daerah seperti Kabupaten Blora, Rembang, Grobogan, dan Pati dikenal memiliki karakteristik lahan kering dengan dominasi hutan jati yang mudah terbakar saat musim kemarau. Daun jati yang mengering menjadi bahan bakar alami yang rentan tersulut, terutama saat angin kencang.


Selain itu, wilayah selatan seperti Wonogiri juga memiliki potensi karhutla, khususnya di kawasan perbukitan dan lahan terbuka yang ditumbuhi semak kering. Faktor aktivitas manusia turut menjadi pemicu utama, seperti pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan api, hingga kelalaian penggunaan api di ruang terbuka.


Dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat. Asap kebakaran dapat menurunkan kualitas udara, memicu gangguan kesehatan, serta menghambat aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, api bahkan dapat merembet ke lahan pertanian hingga permukiman warga.


Mengantisipasi hal tersebut, Polda Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Upaya yang dilakukan antara lain peningkatan patroli di wilayah rawan, pemetaan titik api, serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait.


Selain itu, pendekatan preventif juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar serta edukasi tentang bahaya karhutla.


Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.


“Memasuki musim kemarau ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Hindari membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa sebagian besar kasus karhutla dipicu aktivitas manusia, sehingga peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan.


Polda Jateng juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan potensi kebakaran melalui layanan call center 110 agar dapat ditangani dengan cepat.


“Laporan yang cepat akan sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan secara tepat dan mencegah kebakaran meluas,” tambahnya.


Dengan peningkatan kewaspadaan dan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Jawa Tengah selama musim kemarau 2026 dapat ditekan seminimal mungkin.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X