SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surakarta dan sekitarnya menyebabkan banjir di sejumlah titik permukiman warga. Genangan air mulai merendam rumah warga sejak Selasa malam (14/4/2026) hingga Rabu dini hari.
Berdasarkan laporan kaji cepat dari Basarnas Solo, curah hujan yang berlangsung cukup lama mengakibatkan peningkatan debit air di berbagai wilayah. Dampaknya, sejumlah kelurahan mengalami genangan dengan jumlah warga terdampak yang cukup besar.
Petugas Basarnas Solo, Arya, menyebutkan banjir terjadi di beberapa kelurahan dengan jumlah terdampak yang bervariasi.
Di Kelurahan Pajang, banjir merendam:
- RT 03 RW 04: 15 KK (34 jiwa)
- RT 01 RW 04: 5 KK
- RT 01 RW 14: 55 KK
Sementara itu, di Kelurahan Joyosuran, sebanyak 117 kepala keluarga terdampak di RT 01 RW 08. Di Kelurahan Tipes, sedikitnya 31 KK di RW 15 juga mengalami kondisi serupa.
Banjir juga terjadi di wilayah lain seperti:
- Joyontakan: 15 KK terdampak
- Sondakan: warga terdampak termasuk balita dan lansia
- Panularan: ratusan KK terdampak, dengan jumlah terbesar mencapai 90 KK di RT 04 RW 02
Warga Mulai Mengungsi
Akibat banjir yang merendam permukiman, sejumlah warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Titik pengungsian tersebar di beberapa lokasi seperti masjid dan balai warga.
Di Masjid Al-Furqon Panularan, tercatat 11 jiwa mengungsi. Sementara di wilayah Pajang, sebanyak 34 jiwa mengungsi di kawasan selatan LDII, serta 4 jiwa lainnya di Balai Warga Totosari.
Di Kelurahan Tipes, sebanyak 16 jiwa yang terdiri dari orang dewasa, lansia, anak-anak, dan balita juga telah dievakuasi. Selain itu, pengungsian juga terjadi di Joyontakan dan Bumi dengan jumlah puluhan jiwa.
Hingga Rabu dini hari, proses pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.
Pemerintah dan tim gabungan terus melakukan pemantauan serta penanganan untuk memastikan keselamatan warga terdampak banjir.(KS01)