Jumat, 12 Juni 2026

Dari Pringgolayan Menapaki Jalan Iman: Cerita Komunitas Ziarah Bantul yang Tak Kenal Lelah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 13 April 2026 | 20:42 WIB
Dari Pringgolayan Menapaki Jalan Iman: Cerita Komunitas Ziarah Bantul yang Tak Kenal Lelah. (KlikSoloNews/dok)
Dari Pringgolayan Menapaki Jalan Iman: Cerita Komunitas Ziarah Bantul yang Tak Kenal Lelah. (KlikSoloNews/dok)

BANTUL, KLIKSOLONEWS.COM – Langkah kaki menyusuri jalanan panjang tak menjadi penghalang bagi puluhan umat Katolik yang tergabung dalam Komunitas Tindak Ziarah Gereja Santo Paulus Pringgolayan (GSPP), Banguntapan, Bantul.

Sejak awal 2026, mereka rutin melakukan perjalanan rohani dengan berjalan kaki lintas wilayah sebagai bentuk penghayatan iman.

Bagi komunitas ini, ziarah bukan sekadar perjalanan menuju tempat suci, melainkan proses spiritual yang dijalani bersama dalam kebersamaan dan ketulusan. Setiap langkah yang ditempuh menjadi bagian dari doa yang hidup.

Berangkat dari kawasan Pringgolayan, para peserta telah menorehkan tiga perjalanan penting. Pada Februari 2026, rombongan pertama berjalan menuju Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran sejauh lebih dari 20 kilometer.

Sebulan kemudian, perjalanan dilanjutkan ke Gua Maria Sendang Sriningsih di Klaten dengan jarak yang bahkan lebih panjang.

Memasuki April 2026, jumlah peserta justru semakin bertambah. Rute menuju Taman Doa Maria Oblat di Sleman yang berjarak sekitar 12 kilometer diikuti lebih dari 50 orang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa semangat ziarah jalan kaki mulai menarik perhatian lebih banyak umat lintas usia.

Ketua komunitas, Marcellus David, menjelaskan kegiatan ini memang dirancang terbuka untuk siapa saja. Tidak ada batasan usia maupun latar belakang, selama memiliki niat untuk berziarah dan menjaga kebersamaan.

“Kegiatan ini kami buka untuk siapa saja umat Katolik. Harapannya, ini menjadi ruang bersama untuk bertumbuh dalam iman sekaligus membangun kebersamaan,” ujar Marcellus.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi tentang bagaimana perjalanan itu dilalui bersama.

Komunitas ini lahir dari gagasan tiga umat yang memiliki kerinduan akan kegiatan ziarah yang lebih mendalam, yakni Ign. Herwan Soewandono, T. Rewang Sanyata, dan F.G. Sri Suratno.

Kini, jumlah anggotanya telah berkembang menjadi puluhan orang dengan latar belakang beragam, mulai dari kaum muda hingga lansia.

Setiap perjalanan selalu dimulai dari Gereja Santo Paulus Pringgolayan. Setibanya di lokasi tujuan, seluruh peserta berkumpul untuk mendaraskan doa Rosario sebagai penutup perjalanan sekaligus ungkapan syukur.

-
Dari Pringgolayan Menapaki Jalan Iman: Cerita Komunitas Ziarah Bantul yang Tak Kenal Lelah. (KlikSoloNews/dok)

Meski terlihat sederhana, perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Kelelahan fisik, cuaca, hingga lecet pada kaki menjadi bagian yang tak terpisahkan. Namun, suasana kekeluargaan dan saling menyemangati membuat setiap peserta mampu menyelesaikan perjalanan dengan penuh sukacita.

Selain itu, keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh banyak pihak, seperti tim medis, relawan pengatur rute, hingga para donatur. Bahkan, warga yang ditemui sepanjang perjalanan kerap memberikan sapaan hangat yang menambah semangat para peziarah.

Ke depan, komunitas ini telah menyiapkan perjalanan berikutnya menuju Taman Doa Wajah Kerahiman Ilahi di kawasan Pajangan, Bantul, dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026.

Dengan konsistensi kegiatan yang dilakukan setiap bulan, Komunitas Tindak Ziarah GSPP diharapkan terus berkembang sebagai ruang perjumpaan iman sekaligus sarana menjaga kesehatan fisik.

Informasi kegiatan dan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram @komunitastindakziarah_gspp. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X