SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kondisi lapangan Stadion Manahan menjadi sorotan usai pertandingan antara Persis Solo vs Semen Padang FC dalam lanjutan Super League 2025/2026, Minggu (12/4/2026).
Menanggapi kritik yang muncul, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memastikan pihaknya akan segera melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi stadion.
“Kami akan segera cek. Ini stadion kebanggaan yang harus dirawat. Ini menjadi koreksi bagi kami agar ke depan tidak terulang,” ujarnya saat ditemui KlikSoloNews di Solo Paragon Mall, Minggu (13/4/2026), malam.
Respati Ardi akan mengecek langsung kondisi lapangan dan sistem drainase lapangan Stadion Manahan setelah pertandingan Persis Solo vs Semen Padang.
“Ini tentu menjadi bahan koreksi bagi kami. Kami akan segera melakukan pengecekan agar pada event berikutnya tidak terjadi hal serupa. Stadion ini adalah kebanggaan kota, sehingga harus kita rawat dengan baik. Kami pastikan akan segera melakukan perbaikan,” sambung Respati.
Pertandingan yang dimenangkan Persis Solo dengan skor 2-1 itu diwarnai kondisi lapangan yang tergenang air, terutama saat memasuki babak kedua. Curah hujan yang tinggi membuat beberapa titik lapangan berubah menjadi licin dan sulit dimainkan.
Bahkan, laga sempat terhenti sekitar 10 menit sebelum akhirnya wasit Thoriq Alkatiri memberikan sinyal laga dilanjutkan meski kondisi rumput belum sepenuhnya membaik.
Kondisi ini menuai kritik dari berbagai pihak, salah satunya Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade yang menyaksikan langsung di Stadion Manahan. Ia menilai sistem drainase stadion masih belum optimal untuk ukuran venue berstandar nasional.
“Ini jadi pekerjaan rumah besar. Stadion seperti ini seharusnya tidak mengalami genangan seperti sawah,” tegasnya.
Andre juga membandingkan dengan kandang Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim yang dinilai memiliki sistem drainase lebih baik.
-
Ia mendorong adanya evaluasi serius, termasuk koordinasi antara pengelola stadion dan pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas fasilitas, khususnya pada sektor drainase.
Menurutnya, kondisi lapangan yang buruk berdampak langsung pada kualitas pertandingan.
“Babak pertama sebenarnya berjalan menarik. Tapi setelah hujan, permainan jadi terganggu karena lapangan tidak mendukung,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pemain Persis Solo, Miroslav Maricic. Ia mengaku kondisi lapangan membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan.
“Babak kedua sangat sulit karena lapangan penuh air. Kami harus bermain lebih direct dan tetap berjuang sampai akhir,” ujarnya.
Meski demikian, Maricic tetap bersyukur timnya mampu mengamankan kemenangan penting di laga tersebut.
Pemkot Surakarta pun memastikan akan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi, mengingat Stadion Manahan merupakan salah satu fasilitas olahraga utama yang kerap digunakan untuk pertandingan besar.
Perbaikan diharapkan segera dilakukan agar kualitas pertandingan ke depan tidak terganggu, sekaligus menjaga reputasi stadion sebagai salah satu venue unggulan di Indonesia.(ks01)