SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Ajang lari tahunan Mangkunegaran Run 2026 dipastikan kembali digelar pada 3 Mei 2026 di Solo.
Tahun ini, event yang menjadi bagian dari Adeging Mangkunegaran tersebut akan diikuti lebih dari 7.700 pelari dari berbagai kategori, mulai 5K, 10K hingga Half Marathon.
Salah satu peningkatan signifikan dalam penyelenggaraan tahun ini adalah rute lomba yang telah mengantongi sertifikasi internasional dari World Athletics.
Proses sertifikasi dilakukan langsung perwakilan resmi, Kim Vivan, yang datang ke Solo untuk memastikan standar lintasan.
Menurut K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, sertifikasi ini menjadi langkah penting untuk menjamin kualitas lomba.
“Dengan adanya sertifikasi, lintasan dipastikan akurat, aman, dan memenuhi standar internasional. Ini penting tidak hanya untuk kenyamanan pelari, tetapi juga untuk pengakuan resmi terhadap catatan waktu yang dihasilkan,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (12/4/2026).
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Mangkunegaran Run terus berkembang tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan budaya lokal.
Event ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang menyatukan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan kekayaan budaya dalam satu rangkaian kegiatan.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyebut tren peningkatan peserta sebagai indikator positif. Sejak pertama digelar pada 2023 dengan sekitar 4.000 pelari, kini jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat.
“Antusiasme masyarakat terus tumbuh. Ini menunjukkan bahwa Mangkunegaran Run sudah menjadi bagian dari gaya hidup, sekaligus ruang berkumpulnya komunitas,” jelasnya.
Ia juga menekankan keunikan event ini dibanding lomba lari lainnya. Selain berolahraga, peserta akan diajak menyusuri titik-titik bersejarah di Solo, sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna.
Dukungan terhadap acara ini juga datang dari Permata Bank sebagai mitra strategis. Presiden Direktur Meliza M. Rusli menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan tidak hanya sebatas sponsorship, tetapi juga bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan.
Melalui program “1 Misi Hijaukan Bumi”, total jarak tempuh pelari akan dikonversi menjadi aksi lingkungan. Hasilnya, sekitar 5.000 pohon akan ditanam di kawasan Bukit Tigapuluh, Jambi, sebagai upaya pelestarian habitat Gajah Sumatra.
Selain itu, berbagai program menarik juga disiapkan, mulai dari bonus saldo bagi nasabah baru hingga promo transaksi digital di area acara.
Dari sisi ekonomi, dampak Mangkunegaran Run juga tidak bisa diabaikan. Katadata Indonesia mencatat perputaran ekonomi dari event ini mencapai sekitar Rp40 miliar.
Rata-rata peserta mengeluarkan hingga Rp2,5 juta di luar biaya pendaftaran, terutama untuk akomodasi, konsumsi, dan wisata.
Tak hanya itu, omzet pelaku usaha lokal meningkat lebih dari 100 persen, dengan lonjakan jumlah pengunjung hingga 130 persen selama event berlangsung.
Co-Founder Katadata, Ade Wahyudi, menilai event ini telah memberikan kontribusi nyata bagi kota Solo.
“Mangkunegaran Run bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi dan promosi daerah yang efektif,” ujarnya.
Dengan kombinasi olahraga, budaya, dan dampak ekonomi yang signifikan, Mangkunegaran Run 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event lari paling bergengsi di Indonesia.(KS01)