Jumat, 12 Juni 2026

Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang, Dorong Industri Energi Bersih Nasional

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 10 April 2026 | 13:58 WIB
Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang, Dorong Industri Energi Bersih Nasional. (KlikSoloNews/dok Setpres)
Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang, Dorong Industri Energi Bersih Nasional. (KlikSoloNews/dok Setpres)

MAGELANG, KLIKSOLONEWS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan industri kendaraan listrik nasional sekaligus percepatan transisi menuju energi bersih.

Kehadiran fasilitas tersebut menandai keseriusan pemerintah dalam mendorong kemandirian energi dan memperkuat sektor transportasi berbasis listrik di Indonesia.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi besar industrialisasi nasional.

Ia menilai sektor ini sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan energi global sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Presiden juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memesan puluhan bus listrik sebagai bentuk nyata dukungan terhadap produk dalam negeri.

“Kita harapkan pemerintah daerah lain juga mengikuti langkah ini, membeli dan menggunakan produk bangsa sendiri,” ujar Prabowo.

Sementara itu, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa fasilitas perakitan di Magelang memiliki kapasitas produksi hingga 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun. Kapasitas ini bahkan berpotensi meningkat hingga 10.000 unit per tahun seiring ekspansi ke depan.

Menurut Anindya, peluang pasar kendaraan komersial listrik di Indonesia sangat besar. Saat ini, jumlah armada bus di Tanah Air mencapai sekitar 280 ribu unit, sementara truk mencapai 6,5 juta unit.

“Jika seluruh kendaraan tersebut beralih ke listrik, Indonesia berpotensi menghemat hingga 5 miliar dolar AS per tahun dari subsidi BBM,” jelasnya.

Selain manfaat ekonomi, pengembangan kendaraan listrik juga dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun industri otomotif nasional berbasis energi ramah lingkungan.

VKTR terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang pada 2025 mencapai 40 persen dan ditargetkan mendekati 60 persen pada 2026.

Fasilitas perakitan di Magelang diharapkan menjadi penggerak utama ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah. Kehadirannya juga diyakini mampu menarik investasi baru serta mendorong pertumbuhan industri pendukung di sektor otomotif dan energi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun telah menyiapkan berbagai dukungan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, mulai dari penyediaan 283 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 179 lokasi di wilayah Jawa Tengah dan DIY, hingga pemberian insentif pajak kendaraan serta penguatan pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil.

Dengan langkah ini, Indonesia semakin dekat menuju target besar menjadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global sekaligus mempercepat transformasi menuju energi bersih.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X