Jumat, 12 Juni 2026

MEMANAS! Pasbata Sebut Saiful Mujani Offside, Pikirannya Bisa Berbahaya seperti Ideologi PKI

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 8 April 2026 | 06:35 WIB
MEMANAS! Pasbata Sebut Saiful Mujani Offside, Pikirannya Bisa Berbahaya seperti Ideologi PKI. (KlikSoloNews/dok)
MEMANAS! Pasbata Sebut Saiful Mujani Offside, Pikirannya Bisa Berbahaya seperti Ideologi PKI. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Relawan Pasbata mengecam pernyataan Saiful Mujani yang menyerukan Presiden Prabowo dijatuhkan di tengah masa jabatan. Dinilai tak berdasar dan berpotensi provokatif.

Relawan Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo tanggapi dengan tegas pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang menyerukan Prabowo harus dijatuhkan di tengah jalan dalam forum Halal Bihalal di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada 31 Maret 2026.

Seperti diketahui, pernyataan Saiful Mujani tersebut terus menuai polemik dan kritik tajam dari berbagai kalangan.

Salah satunya yang diungkap Sekretaris Jenderal Pasbata, Budianto Hadinegoro.

Budianto menyebut bahwa pernyataan Saiful Mujani tersebut sudah keluar jalur dari prinsip bernegara.

Menurutnya, dalam sistem demokrasi yang berjalan, presiden yang telah dipilih secara sah oleh rakyat tidak bisa begitu saja dijatuhkan di tengah jalan seperti maksud pernyataan Saiful Mujani.

Budianto menambahkan bahwa pernyataan Saiful Mujani tersebut tanpa landasan konstitusional yang jelas.

Ia menyebut, gagasan seperti itu justru terdengar seperti luapan emosi, bukan analisis rasional.

"Meminta presiden dijatuhkan di tengah jalan tanpa sebab itu konyol dan offside. Ini bukan kritik beradab, ini drama emosi tanpa nalar. Demokrasi bukan panggung sandiwara. Pasbata siap antar konsultasi ke dokter supaya hatinya bisa sembuh,” kata Budiyanto kepada awak media, Selasa (7/4/2026).

Budianto menyebut Saiful Mujani tengah teriak di ruang gema lantaran tidak mengedepankan pandangan akademik namun dorongan emosional atau spekulasi liar.

“Meminta presiden dijatuhkan di tengah jalan tanpa sebab itu konyol. Ini bukan kritik beradab, ini drama emosi tanpa nalar. Ini pikirannya bisa berbahaya karena di luar nalar dan berpotensi mengajak, menggiring opini dan bahkan masuk kategori memprovokasi," pungkas dia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X