Jumat, 12 Juni 2026

China Kecam Serangan ke Pasukan PBB di Lebanon, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Tugas

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 1 April 2026 | 23:32 WIB
China Kecam Serangan ke Pasukan PBB di Lebanon, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Tugas. (KlikSoloNews/dok AI)
China Kecam Serangan ke Pasukan PBB di Lebanon, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Tugas. (KlikSoloNews/dok AI)

CHINA, KLIKSOLONEWS.COM - Pemerintah China mengecam keras serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan prajurit TNI dalam beberapa hari terakhir.

Insiden terjadi di tengah meningkatnya konflik di Lebanon Selatan, yang menjadi basis kekuatan milisi Hizbullah dan menjadi target serangan militer Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan kecaman tegas terhadap serangan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB.

“China mengutuk keras serangan mematikan ke pasukan penjaga perdamaian PBB. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan simpati bagi personel yang terluka,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, China tidak secara langsung menyebut pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, China juga mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk segera menahan diri dan menurunkan eskalasi ketegangan.

“China mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk mengambil langkah konkret guna memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB,” tegas Mao Ning.

Situasi Kawasan Makin Memanas

Serangan terhadap UNIFIL terjadi di tengah intensitas konflik yang meningkat antara Israel dan Hizbullah di wilayah perbatasan Lebanon Selatan. Situasi ini memicu kekhawatiran global terkait keamanan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.

Keterlibatan prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB menjadi perhatian khusus bagi Indonesia, mengingat peran aktif negara dalam menjaga stabilitas internasional.

Insiden ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB di daerah konflik. Selain menjalankan mandat menjaga stabilitas, mereka juga harus menghadapi ancaman serangan di lapangan.

Hingga kini, komunitas internasional terus menyerukan perlindungan maksimal bagi pasukan UNIFIL serta penyelesaian konflik secara damai melalui jalur diplomasi.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X