Jumat, 12 Juni 2026

Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Korlantas Tetap Siaga Antisipasi Puncak Arus Balik 29 Maret

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 26 Maret 2026 | 15:30 WIB
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Korlantas Tetap Siaga Antisipasi Puncak Arus Balik 29 Maret. (KlikSoloNews/dok)
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Korlantas Tetap Siaga Antisipasi Puncak Arus Balik 29 Maret. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menutup Operasi Ketupat 2026 dalam sebuah seremoni di Alun-alun Simpang Lima, Rabu (25/3/2026) malam.

Penutupan operasi dipimpin langsung Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho. Meski operasi telah berakhir, pengamanan arus balik tetap dilanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

“Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” ujar Kakorlantas.

Korlantas Polri memprediksi masih adanya potensi gelombang kedua arus balik Lebaran dalam beberapa hari ke depan. Oleh sebab itu, personel tetap disiagakan di berbagai titik strategis untuk memastikan kelancaran lalu lintas.

Sejumlah wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya masih terpantau padat akibat tingginya aktivitas silaturahmi masyarakat pasca-Lebaran.

“Jalan arteri hingga kini masih cukup padat di wilayah aglomerasi karena masyarakat masih melakukan silaturahmi lokal,” jelasnya.

Lima Klaster Pengamanan Jadi Fokus

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri membagi pengamanan ke dalam lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengelola pergerakan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, berbagai strategi rekayasa lalu lintas tetap diberlakukan. Mulai dari sistem one way nasional hingga one way lokal presisi, serta perluasan contraflow di sejumlah ruas Tol Trans Jawa.

“Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi,” ungkapnya.

Selain kelancaran arus lalu lintas, capaian positif juga terlihat dari sisi keselamatan. Selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung, angka fatalitas korban kecelakaan tercatat menurun hingga 30,89 persen.

Tak hanya itu, jumlah kejadian kecelakaan juga mengalami penurunan sebesar 5,75 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kakorlantas mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, mulai dari stakeholder hingga masyarakat yang dinilai semakin disiplin dalam berlalu lintas.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna,” pungkasnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X