Jumat, 12 Juni 2026

Halalbihalal Jateng Berlangsung Inklusif, Gubernur Tekankan Kolaborasi Daerah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 25 Maret 2026 | 17:00 WIB
Halalbihalal Jateng Berlangsung Inklusif, Gubernur Tekankan Kolaborasi Daerah. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Halalbihalal Jateng Berlangsung Inklusif, Gubernur Tekankan Kolaborasi Daerah. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Suasana hangat, penuh kebersamaan, dan sarat nilai inklusivitas mewarnai kegiatan halalbihalal yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kantor Gubernur, Rabu (25/3/2026).

Acara yang dipimpin langsung oleh Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen ini tidak hanya dihadiri jajaran pejabat dan kepala daerah, tetapi juga melibatkan kelompok disabilitas serta anak-anak panti asuhan.

Momentum tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan lintas elemen masyarakat Jawa Tengah pasca perayaan Idulfitri.

Kegiatan halalbihalal digelar usai apel pagi pada hari pertama kerja setelah libur Lebaran. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga jajaran direksi BUMD Jawa Tengah.

Selain itu, para bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota se-Jawa Tengah turut hadir untuk bersilaturahmi langsung dengan pimpinan provinsi.

Menurut Ahmad Luthfi, halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum strategis untuk menyamakan visi dan memperkuat kolaborasi antarwilayah.

“Kita lakukan halalbihalal, bukan open house, untuk menyamakan persepsi, bersilaturahmi, dan membangun semangat meningkatkan pelayanan di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah keterlibatan kelompok disabilitas dan anak-anak dari panti asuhan. Kehadiran mereka memberikan nuansa berbeda sekaligus memperkuat pesan bahwa pembangunan harus merangkul semua kalangan.

Ketua Himpunan Masyarakat Inklusif Kota Semarang, Yayuk, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan ruang partisipasi lebih luas bagi penyandang disabilitas.

Ia menyebut, saat ini komunitasnya telah mewadahi sedikitnya 31 organisasi disabilitas di Kota Semarang.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Ini menjadi bukti bahwa inklusivitas di Jawa Tengah terus berkembang,” ungkapnya.

Yayuk berharap ke depan semakin banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri.

Kebahagiaan Anak Panti Ikut Halalbihalal

Kebahagiaan juga dirasakan oleh anak-anak panti asuhan yang hadir dalam acara tersebut. Yuliani, perwakilan dari Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

“Ini pertama kali kami ikut halalbihalal di Kantor Gubernur. Senang sekali, apalagi sebelumnya Pak Gubernur memang mengundang kami,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan karena memberikan pengalaman berharga sekaligus mempererat rasa kebersamaan.

Selain menjadi ajang silaturahmi, halalbihalal ini juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menilai kegiatan ini memiliki makna strategis dalam menyelaraskan langkah pembangunan ke depan.

“Ini bukan hanya forum silaturahmi, tetapi juga forum koordinasi setelah Lebaran. Kami membahas berbagai hal seperti ketahanan pangan dan infrastruktur,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi akan terus dilakukan, termasuk terkait dinamika arus mudik dan balik di wilayahnya.

Hal senada disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang menilai hari pertama kerja setelah cuti Lebaran menjadi momentum penting untuk membangun kembali semangat pelayanan publik.

“Ini momentum untuk saling memaafkan dan mengikhlaskan. Kita berkumpul untuk memperkuat kebersamaan,” katanya.

Dyah juga mengaku telah menggelar apel pagi di daerahnya serta memberikan arahan kepada aparatur sipil negara (ASN) agar kembali fokus dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Kegiatan halalbihalal ini menjadi gambaran nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Jawa Tengah yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pejabat hingga kelompok rentan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ingin memastikan bahwa pembangunan berjalan secara merata dan berkeadilan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat kolaborasi dan kebersamaan adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X