Jumat, 12 Juni 2026

BMKG: La Nina Berakhir, Musim Kemarau di Indonesia Diprediksi Datang Lebih Awal

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 6 Maret 2026 | 15:30 WIB
BMKG: La Nina Berakhir, Musim Kemarau di Indonesia Diprediksi Datang Lebih Awal. (KlikSoloNews/dok)
BMKG: La Nina Berakhir, Musim Kemarau di Indonesia Diprediksi Datang Lebih Awal. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena La Nina lemah yang melanda Indonesia sejak Oktober 2025 telah resmi berakhir. Kondisi ini diperkirakan akan memengaruhi pola musim di Indonesia sepanjang tahun 2026.


BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang datang lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dampaknya, periode musim kering diperkirakan akan berlangsung lebih lama.


Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan kemajuan awal musim kemarau berpengaruh langsung terhadap durasi musim kering di sejumlah wilayah.


“Kesimpulan umum dari musim kemarau 2026 yang akan kita hadapi ini, kita prediksi maju atau lebih awal. Sehingga pada banyak tempat dia juga menjadi lebih panjang karena awalnya itu maju,” ujar Ardhasena dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).


Menurut BMKG, perubahan pola musim tersebut perlu menjadi perhatian bagi berbagai sektor, terutama sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.


Karena itu, para petani diimbau untuk melakukan penyesuaian strategi tanam agar dapat mengantisipasi dampak musim kemarau yang lebih panjang.


“Perlunya penyesuaian jadwal tanam, lalu juga memilih varietas tanaman yang resisten terhadap kekeringan dan kondisi panas,” tambah Ardhasena.


BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah serta masyarakat untuk mulai mempersiapkan langkah antisipasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya air, mitigasi potensi kekeringan, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang sering meningkat saat musim kemarau.


Dengan berakhirnya La Nina dan datangnya musim kemarau lebih awal pada 2026, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta melakukan penyesuaian aktivitas agar dampaknya dapat diminimalkan.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X