Sabtu, 13 Juni 2026

Wagub Jateng Tinjau Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang, Ditarget Rampung 2–3 Hari

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 19 Februari 2026 | 19:10 WIB
Wagub Jateng Tinjau Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang, Ditarget Rampung 2–3 Hari (Kliksolonews/dok)
Wagub Jateng Tinjau Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang, Ditarget Rampung 2–3 Hari (Kliksolonews/dok)

GROBOGAN, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung progres perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (18/2/2026).


Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan peninjauan serupa untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.


“Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah, tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai,” ujar wagub yang akrab disapa Gus Yasin.


Selain fokus pada titik kerusakan, Taj Yasin meminta pemerintah desa dan masyarakat ikut aktif memantau kondisi tanggul sepanjang aliran Sungai Tuntang. Menurutnya, banyak bagian tanggul memerlukan perawatan rutin guna mencegah risiko jebol saat curah hujan tinggi.


“Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan ke kami. Nanti kami koordinasi dengan BBWS supaya saat hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi,” tegasnya.


Ia menambahkan, penanganan kali ini tidak hanya memperbaiki titik yang rusak, tetapi juga langkah antisipatif di seluruh bentang tanggul.


“Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Kali Tuntang akan kita antisipasi semuanya,” katanya.


Terkait kondisi warga terdampak, wagub memastikan kebutuhan logistik relatif aman.


Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, mengungkapkan pihaknya telah memobilisasi sembilan alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul di dua titik jebol.


“Per hari ini kami memobilisasi sembilan alat berat di dua lokasi. Titik pertama sekitar lima alat, terdiri satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua empat ekskavator. Kami juga menambah satu alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” jelas Heri.


Ia menargetkan penutupan tanggul selesai dalam tiga hari, dilanjutkan penguatan menggunakan bronjong selama sekitar tujuh hari.


“Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” imbuhnya.


BBWS juga terus mengawasi debit air mengingat kondisi cuaca masih ekstrem. Pengendalian aliran Sungai Tuntang dilakukan melalui titik kontrol sesuai prosedur operasional standar.


“Untuk Sungai Tuntang ada dua titik kontrol poin, salah satunya di Bendung Gelapan. Debit air terbesar berasal dari Bancak yang belum memiliki kontrol poin buka-tutup debit,” terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X