Jumat, 12 Juni 2026

Rukyatul Hilal Ramadan 1447 H Digelar di Candi Sukuh, Kemenag Karanganyar Gunakan Alat Modern

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
Rukyatul Hilal Ramadan 1447 H Digelar di Candi Sukuh, Kemenag Karanganyar Gunakan Alat Modern. (KlikSoloNews/dok)
Rukyatul Hilal Ramadan 1447 H Digelar di Candi Sukuh, Kemenag Karanganyar Gunakan Alat Modern. (KlikSoloNews/dok)

KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) Kabupaten Karanganyar menjadwalkan pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa 17 Februari 2026. Pemantauan hilal akan dipusatkan di kawasan Candi Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso.

Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Hidayat Maskur, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya telah menyiapkan peralatan optik tambahan yang lebih modern guna meningkatkan akurasi pengamatan hilal.

Menurut Hidayat, penggunaan alat baru tersebut bukan hanya untuk mendukung visibilitas hilal, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi tim pemantau agar lebih memahami metode rukyatul hilal secara komprehensif.

“Pemantauan rukyatul hilal sementara kita laksanakan tanggal 17 di Ngargoyoso, di Candi Sukuh. Sekarang Kemenag Karanganyar sudah mendapatkan alat tambahan yang lebih modern, jadi nanti kita akan sekalian belajar. Kalau masalah terlihat atau tidak, itu Wallahualam,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Secara geografis, lokasi Candi Sukuh memiliki tantangan tersendiri dalam pengamatan hilal. Posisi cakrawala dan kondisi cuaca sering kali memengaruhi visibilitas bulan sabit muda.

Namun, dengan dukungan alat optik yang lebih canggih, diharapkan proses penentuan awal Ramadan 2026 bisa berjalan lebih optimal.

Rukyatul hilal sendiri merupakan metode pengamatan langsung terhadap hilal yang menjadi salah satu dasar penetapan awal bulan Hijriah oleh pemerintah.

Perbedaan Awal Ramadan, Masyarakat Diminta Bijak

Menanggapi potensi perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Hidayat menilai masyarakat Karanganyar sudah semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan metode hisab dan rukyat.

Ia memastikan kondisi di Karanganyar tetap kondusif karena sosialisasi mengenai khilafiyah atau perbedaan pendapat dalam penentuan awal bulan Hijriah telah dilakukan secara berkelanjutan.

“Insya Allah masyarakat sekarang sudah mulai memahami tentang khilafiyah ini. Di Kabupaten Karanganyar sendiri sudah disadarkan ke masyarakat, jadi tidak ada masalah. Ini sudah bertahun-tahun dan insyaallah kondusif,” jelasnya.

Selain fokus pada ibadah, Kemenag Karanganyar juga mengajak umat Muslim untuk meningkatkan kepedulian sosial pada Ramadan 1447 H. Tahun ini, bulan suci datang di tengah situasi keprihatinan akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Hidayat mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya bagi korban bencana.

“Ramadan kali ini dalam situasi negara yang sedang banyak ujian, terutama bencana banjir dan tanah longsor. Kami berharap Ramadan kali ini lebih bisa memberikan nilai terhadap pemanfaatan sesama. Kita saling membantu dan memberi makna yang berbeda dibanding tahun-tahun lalu melalui bantuan terhadap saudara kita yang kena bencana,” pungkasnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X