Jumat, 12 Juni 2026

TRAGIS! Pria di Belitung Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Kolong Tambang, Disaksikan Anak Kandung

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 13 Februari 2026 | 09:00 WIB
TRAGIS! Pria di Belitung Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Kolong Tambang, Disaksikan Anak Kandung. (KlikSoloNews/dok)
TRAGIS! Pria di Belitung Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Kolong Tambang, Disaksikan Anak Kandung. (KlikSoloNews/dok)

BELITUNG, KLIKSOLONEWS.COM – Peristiwa tragis terjadi di Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Seorang pria bernama Rusmanto (40) meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mandi di kolong bekas tambang timah, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Yang memilukan, insiden tersebut terjadi di hadapan anak kandung korban yang saat itu ikut mandi bersama.

Kronologi kejadian pria diterkam buaya di Bangka Belitung. Menurut informasi dari Basarnas Bangka Belitung, korban tengah beraktivitas di kolong bekas tambang timah yang selama ini kerap digunakan warga untuk mandi dan kegiatan lainnya.

Tiba-tiba, seekor buaya berukuran besar muncul dari dalam air dan langsung menerkam korban. Predator tersebut kemudian menyeret Rusmanto ke dalam kolong.

“Korban diterkam buaya saat mandi di kolong bekas tambang timah. Kejadian itu disaksikan langsung oleh anak korban,” ujar Kepala Basarnas Bangka Belitung, Mikel Rachman Junika, Selasa (10/2/2026).

Anak korban yang melihat kejadian tersebut segera berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga kemudian melaporkan insiden itu ke pihak berwenang.

Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena buaya sempat tidak melepaskan tubuh korban.

“Predator akhirnya melepaskan korban. Sekitar pukul 23.40 WIB, korban berhasil dievakuasi, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Mikel.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Marsidi Judono Belitung untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup. Pihak Basarnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian hingga evakuasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan terbuka, terutama di wilayah yang berpotensi menjadi habitat satwa liar seperti buaya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X