Jumat, 12 Juni 2026

Resmikan Tiga SD Negeri di Solo, Wali Kota Respati Ardi Dorong Pendidikan Inklusif dan Ramah Disabilitas

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 30 Januari 2026 | 11:54 WIB
Resmikan Tiga SD Negeri di Solo, Wali Kota Respati Ardi Dorong Pendidikan Inklusif dan Ramah Disabilitas. (KlikSoloNews/dok)
Resmikan Tiga SD Negeri di Solo, Wali Kota Respati Ardi Dorong Pendidikan Inklusif dan Ramah Disabilitas. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COMWali Kota Surakarta, Respati Ardi, meresmikan tiga bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Solo, Jumat (30/1/2026).

Tiga sekolah yang diresmikan tersebut meliputi SD Negeri Sekip, SD Negeri Begalon 1, dan SD Negeri Madyotaman.

Ketiga SD Negeri tersebut merupakan hasil penyelesaian pembangunan fisik pada tahun anggaran 2025. Selain peresmian SD Negeri, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga menuntaskan sejumlah paket pekerjaan konstruksi di sektor PAUD-PNF dan SMP.

“Jadi hari ini kita meresmikan beberapa sekolah dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya di tahun 2025. Sarana dan fasilitas sekolah ini sudah sangat baik,” ujar Respati Ardi usai peresmian di SD Negeri Sekip, Surakarta.

Respati menegaskan komitmen Pemkot Solo dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang dapat diakses seluruh warga, termasuk pelajar penyandang disabilitas. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, peningkatan kesejahteraan guru, serta penambahan tenaga pendamping disabilitas di sekolah-sekolah negeri.

“Kita akan mencadangkan anggaran dari pendapatan daerah untuk peningkatan dan penambahan guru, terutama tenaga pendamping disabilitas yang akan kita utamakan,” jelasnya.

Menurut Respati, keberadaan pendamping disabilitas sangat penting, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Ia juga optimistis sekolah negeri di Solo mampu bersaing dengan sekolah swasta melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Karena kita sudah mendorong sekolah inklusif, maka pendamping disabilitas ini menjadi sangat penting di SD Negeri dan sekolah-sekolah di Surakarta,” tambahnya.

Selain meresmikan bangunan sekolah, Wali Kota Solo juga meluncurkan program Pelaksanaan Jam Wajib Belajar di Luar Sekolah serta Pelatihan Guru Pembelajaran Mendalam. Program ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh di Kota Bengawan.

Pemkot Solo juga mendorong kepala sekolah untuk menjalin kerja sama dengan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami akan memberikan pelatihan bagi kepala sekolah agar mampu bekerja sama dengan perusahaan. Jadi tidak hanya bergantung pada APBD dan BOS daerah, tapi juga meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” terang Respati.

Anggaran Pembangunan Capai Rp43,8 Miliar

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menjelaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan tersebut menggunakan anggaran dari APBD, Dana Alokasi Umum (DAU), serta Silpa DAU, dengan total nilai mencapai Rp43.868.307.510.

Dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan pembangunan pada empat jenjang pendidikan, yakni PAUD-PNF, SD, dan SMP.

Rinciannya: PAUD-PNF dengan 4 paket pekerjaan senilai Rp2.423.043.064, sementara SD sebanyak 12 paket pekerjaan senilai Rp15.708.360.742, dan SMP 16 paket pekerjaan senilai Rp25.736.803.128

“Seluruh paket pekerjaan sudah selesai 100 persen, kecuali pembangunan masjid di SMP Negeri 5 karena penyedia tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sehingga kontraknya diputus dan masuk daftar hitam,” jelas Dwi.

Dwi menambahkan, seluruh bangunan sekolah yang telah dibangun dirancang ramah disabilitas untuk mendukung layanan pendidikan inklusif di Kota Solo.

“Semua sekolah yang dibangun ramah untuk disabilitas. Anak-anak disabilitas nantinya akan ditempatkan di kelas bawah,” tandasnya.

Dengan rampungnya pembangunan fasilitas pendidikan ini, Pemkot Solo berharap mutu dan kualitas pendidikan di Surakarta semakin meningkat dan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X