Jumat, 12 Juni 2026

Wali Kota Respati Ardi Suguhkan Makanan Khas, Bogor Tertarik Program Unggulan Solo

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 16 Januari 2026 | 18:54 WIB
kota berseri, kuliner khas Solo, Loji Gandrung, Rumah Siap Kerja, Pemkot Surakarta. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)
kota berseri, kuliner khas Solo, Loji Gandrung, Rumah Siap Kerja, Pemkot Surakarta. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menjamu Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di rumah dinas Loji Gandrung, Jumat (16/1/2026).

Dalam suasana akrab, tamu kehormatan disuguhi aneka kuliner khas Kota Bengawan seperti tahok, sosis Solo, dan srabi juruh yang menjadi ikon kuliner tradisional daerah tersebut.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi strategis antarpemimpin daerah.

Usai menikmati hidangan, Respati dan Jenal bertukar pandangan mengenai upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan sejahtera melalui keterlibatan aktif masyarakat.

Respati menyampaikan kekagumannya terhadap Kota Bogor yang selama ini dikenal memiliki lingkungan yang asri, sejuk, dan tertata rapi. Ia menilai sejumlah kebijakan di Bogor dapat menjadi referensi bagi pengembangan Kota Solo, terutama dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Saya ingin Solo bisa mencontoh Bogor yang terkenal bersih dan hijau. Tadi kami berbagi pengalaman, salah satunya kegiatan bersih-bersih setiap hari Jumat yang melibatkan seluruh elemen, baik warga maupun aparatur,” ujar Respati.

Menurutnya, program tersebut berpotensi untuk diterapkan di Kota Solo dengan konsep kolaboratif, sehingga kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat secara luas.

“Ke depan akan kita adaptasi di Solo agar kota ini semakin berseri—bersih, sehat, rapi, dan indah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Surakarta. Ia menilai pertemuan tersebut sebagai langkah awal yang positif dalam membuka peluang kerja sama antardaerah.

Jenal menyebut Solo dan Bogor memiliki karakteristik yang relatif mirip, baik dari sisi luas wilayah maupun jumlah penduduk. Hal itu membuka ruang kolaborasi dalam berbagai sektor pembangunan.

“Membangun kota tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu sinergi seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi masyarakat agar pembangunan benar-benar berdampak,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah program unggulan Pemkot Surakarta, khususnya Program Rumah Siap Kerja (RSK). Program tersebut dinilai efektif dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan melalui pelatihan keterampilan hingga penyaluran tenaga kerja.

“Program Rumah Siap Kerja sangat menarik. Pemerintah hadir secara nyata, mulai dari pelatihan hingga penempatan kerja, bahkan ke luar negeri. Ini bisa menjadi contoh bagi Bogor, terutama untuk memperkuat kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja,” pungkasnya.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X